Reporter: Lodya Astagina | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Komunitas Pertemanan Kopi di Tenggarong menyelenggarakan Battle Brew atau adu seduh kopi dengan melibatkan delapan barista baru yang terjun ke dunia kopi.
Acara yang dinamakan Senimajinasi ini mengangkat tema Lama Tak Bersua. Senimajinasi hadir kembali untuk mengurai rindu Pertemanan Kopi yang sempat jarang berjumpa, lantaran hantaman Pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu.
Senimajinasi sendiri bertujuan untuk membakar semangat teman-teman komunitas pertemanan kopi agar terus dapat berkontribusi di dunia perkopian, khususnya di Kota Raja.
Senimajinasi Kopi#2 dilaksanakan untuk memperkuat kembali genggaman-genggaman yang sempat melemah dan membentangkan rantai regenerasi pertemanan kopi.
Diselenggarakan di kedai Ethics Coffee pada Jumat (12/8/2022) lalu, kegiatan ini digelar secara terbatas bagi anggota Pertemanan Kopi saja. Terlihat puluhan orang hadir untuk merayakan acara itu secara intim.
“Jadi ini kegiatan teman-teman pecinta kopi di Tenggarong atau Kukar. Ada yang barista, punya kedai kopi, ada juga yang roasting kopi. Acara ini untuk ngumpulkan teman-teman (Pertemanan Kopi),” tutur salah seorang anggota Pertemanan Kopi, Given Mercyfull (30).
Disampaikan Given, kegiatan battle brew dimulai sejak sore hari dengan melibatkan delapan peserta. Mulai dari babak penyisihan, semi final hingga final penentuan pemenang. Total ada tujuh juri yang bertugas menilai hasil seduhan para peserta.
Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan Art Perfomance dari Ladaya dan Yayasan Lanjong. Seperti musik, monolog singkat, dan terakhir penyerahan trofi kepada pemenang, yakni Muhammad Arya dari Eroh Kopi.
“Jadi sore battle nyeduh kopi, malam kita disuguhkan pertunjukan seni sekalian menentukan pemenang,” ucap Given.
Ada pun tujuan lain kembali digelarnya senimajinasi untuk mencari bibit-bibit baru dalam rangka regenerasi pegiat kopi di Kukar.
“Karena nanti akan ada perwakilan dari provinsi untuk bertanding di pusat, Jakarta ikut Indonesia Kopi Event. Kami menyiapkan itu, sehingga Barista yang baru terjun memang didorong sebagai regenerasi,” terangnya.
Bahkan, saat ini kopi tak hanya sekadar memenuhi gaya hidup saja. Keberadaan kopi sendiri dirasa sudah menjadi kebiasaan baru bagi beberapa kalangan di Kukar. Terlebih, Indonesia memang menjadi salah satu negara penghasil biji kopi dunia dengan kualitas bagus.
Sebagai informasi, Komunitas Pertemanan Kopi sendiri sudah terbentuk sejak tahun 2018 silam. Saat ini berisikan 60 anggota aktif, mulai para pegiat kopi seperti pemilik Coffe Shop mau pun kumpulan Barista.
Given berharap, ke depan kegiatan serupa bisa terus diselenggarakan dengak baik oleh pecinta-pecinta kopi yang ada di Kukar.
“Harapannya bisa terus berlanjut. Karena tujuannya bukan untuk di sini saja, tapi di kedai-kedai kopi seluruh Tenggarong kalau bisa,” tandasnya


