Reporter: Anas Abdul Kadir | Editor: Bambang Irawan
TANA PASER - Fenomena permainan tradisional asal Amerika, latto-latto kini tengah digandrungi oleh seluruh kalangan masyarakat di Kabupaten Paser.
Nyaris di setiap sudut desa maupun perkotaan, terutama anak-anak bergerak lincah memainkan latto-latto. Meski bunyinya hanya dari hasil benturan dua bola plastik padat, tapi tak membuat pencintanya bosan.
Guru Kesenian SMAN2 Tanah Grogot, Suwanto menuturkan permainan latto-latto yang kini tengah gandrungi anak-anak hingga dewasa bukan hanya terjadi di Paser, tapi nyaris di seluruh wilayah Indonesia.
Permainan ini, kata dia, sebenarnya sudah terkenal sejak tahun 1960-an di Amerika Serikat dan masuk ke wilayah Indonesia di tahun 1970-an.
Walaupun dengan konsep yang sederhana, cukup membuat orang ketagihan dan lambat lain muali menghilang. "Saya tahun 80-an sudah memainkan ini," ucap Wanto yang juga merupakan budayawan.
Pada Desember 2022 ini, Latto-latto mulai banyak lagi dimainkan. Menurutnya bukan karena makna filosofi atau manfaatnya, tapi akibat propaganda media sosial yang banyak digandrungi oleh anak-anak.
Seperti melalui aplikasi tik-tok, Instagram hingga YouTube. "Anak sejak TK hingga SMA sudah memainkan tik-tok," lanjutnya.
Menurutnya bukan hanya Latto-latto, tapi seperti ice cream, baju seperti pir pun, pernah viral dan ramai digunakan oleh masyarakat di Indonesia.
Besarnya pengaruh media sosial, seperti Tik-tok dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk membuat tren lagi, agar tercipta pasar baru. Biasanya, pelaku usaha memanfaatkan orang yang memiliki jumlah pengikut atau follower yang besar. Dengan demikian terciptalah kondisi pasar baru lagi.
Suwanto menuturkan trend ini tidak akan bertahan lama, karena kedepan akan ada jenis permainan baru. Diperkirakannya paling lama bertahan sekitar 1,5 bulan kedepan.


