Disdikbud Kaltim Kampanye Cegah Stunting pada Remaja Melalui Iklan Layanan Masyarakat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Lia, siswi SMA Negeri 10 pemenang lomba iklan layanan masyarakat terkait pencegahan stunting. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)
Lia, siswi SMA Negeri 10 pemenang lomba iklan layanan masyarakat terkait pencegahan stunting. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikbud Kaltim Kampanye Cegah Stunting pada Remaja Melalui Iklan Layanan Masyarakat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Lia, siswi SMA Negeri 10 pemenang lomba iklan layanan masyarakat terkait pencegahan stunting. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)
Lia, siswi SMA Negeri 10 pemenang lomba iklan layanan masyarakat terkait pencegahan stunting. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikbud Kaltim Kampanye Cegah Stunting pada Remaja Melalui Iklan Layanan Masyarakat 

Lia, siswi SMA Negeri 10 pemenang lomba iklan layanan masyarakat terkait pencegahan stunting. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)

Reporter: Ayu Norwahliyah | Editor: Buniyamin

SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (kaltim) meluncurkan inisiatif baru untuk menangani masalah stunting di kalangan remaja dengan fokus pada pencegahan melalui kampanye gizi seimbang. 

Salah satu langkah yang dilakukan Disdikbud Kaltim dengan mengadakan kompetisi iklan layanan masyarakat yang bertema pencegahan stunting.

Perlombaan ini cukup efektif untuk memberikan edukasi bagi siswa maupun siswi SMA se-Kaltim. Ini diungkapkan oleh Lia, siswi SMA Negeri 10 Kota Samarinda, pemenang lomba kampanye stunting kategori iklan layanan masyarakat.

Melalui iklan tersebut, dirinya dapat mengedukasi teman-teman dan masyarakat di lingkungannya perihal kebutuhan gizi yang harus dipenuhi setiap harinya, sebagai upaya menekan angka stunting yang cukup tinggi di Kaltim.

"Konsep iklan tersebut difokuskan pada penjelasan isi piring seimbang yang terdiri dari 50 persen protein dan karbohidrat serta 50 persen buah dan sayur," jelas Lia.

Dengan dukungan guru dan timnya di sekolah, ini merupakan salah satu faktor yang menjadikan dirinya mampu merancang konsep dan membuat storyboard, kemudian membuat video berdurasi singkat dengan banyak informasi di dalamnya.

Melalui iklan yang dibuatnya, Lia berharap edukasi ini dapat membangkitkan dan memotivasi remaja seusianya untuk mempelajari lebih dalam, terutama terkait bahaya stunting.

"Meski pun ini hanya iseng-iseng pertamanya, saya memberikan pesan motivasi kepada semua untuk tidak menyerah, selalu berusaha dan terus belajar," demikian Lia. (Adv)