Antusiasme Peserta Lomba Tari Daerah Meningkat pada Fesma 2023

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sanggar Tari Delta Mahakam yang berasal dari Handil, Kelurahan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)
Sanggar Tari Delta Mahakam yang berasal dari Handil, Kelurahan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Antusiasme Peserta Lomba Tari Daerah Meningkat pada Fesma 2023

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sanggar Tari Delta Mahakam yang berasal dari Handil, Kelurahan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)
Sanggar Tari Delta Mahakam yang berasal dari Handil, Kelurahan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Antusiasme Peserta Lomba Tari Daerah Meningkat pada Fesma 2023

Sanggar Tari Delta Mahakam yang berasal dari Handil, Kelurahan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Ayu/Pusaranmedia.com)

Reporter: Ayu Norwahliyah | Editor: Buniyamin

SAMARINDA - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda suksek menggelar Festival Mahakam (Fesma) ke-22 di Taman Bebaya, Tepian Mahakam, Jalan Slamet Riyadi, Kota Samarinda. Berbagai lomba digelar, salah satunya perlombaan tari daerah pedalaman.

Ini dibuktikan dengan banyaknya sanggar tari dari daerah-daerah turut memeriahkan festival ini. Salah satunya Sanggar Tari Delta Mahakam yang berasal dari Handil, Kelurahan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar). 

Ketua Sanggar Tari Delta Mahakam, Muhammad Armansyah mengaku perlombaan ini diikuti bersama tim untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat tentang menjaga warisan budaya Kaltim melalui tari daerah.

Dengan mengusung tema "Pelestarian Burung Enggang," Armansyah mengaku sanggar tarinya ingin memvisualisasikan pentingnya melestarikan salah satu spesies asli Borneo yang terancam punah ini.

"Konsepnya kita mengambil tema burung enggang karena sudah hampir punah. Jadi kami memperlihatkan tentang pelestarian burung enggang itu sendiri," jelas Arman sapaan akrabnya.

Melalui Fesma yang tiap tahunnya digelar, ia berharap dapat menjadi panggung bagi seniman-seniman lokal untuk memperkenalkan karya-karya mereka, termasuk menampilkan budaya lokal Kaltim.

"Melalui Fesma, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami keberadaan sanggar tari kami. Di Muara Jawa, sanggar tari kami menjadi satu-satunya yang aktif," ungkapnya.

Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin mengungkapkan kegembiraannya atas kesuksesan pelaksanaan Festma ke-22 ini.

"Alhamdulillah hingga penghujung acara dapat berjalan lancar dan banyak perubahan dari tahun sebelumnya, karena melihat antusiasme masyarakat saat ini," demikian Muslimin. (Adv)