Reporter: Ayu Norwahliyah | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memastikan penyebaran tenaga pendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) berjalan optimal.
Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan menyatakan bahwa pemetaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil atau pelosok di Bumi Etam.
“Melalui pemetaan ini, kami dapat menentukan dengan cermat di mana kebutuhan guru paling mendesak,” jelas Kurniawan.
Ia menyebut bahwa guru yang akan ditunjuk untuk bertugas di pelosok, adalah mereka yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Dari informasi terkini, jumlah PPPK mencapai lebih dari 2.000, dengan 1.600 di antaranya telah mengikuti seleksi, yang kemudian dilakukan pemetaan berdasarkan tempat tinggal mereka,” jelasnya.
Adapun pemetaan tersebut dilakukan tak hanya berdasarkan formasi, tetapi juga dengan mempertimbangkan sejumlah faktor. Seperti kedudukan kerja, hingga mengkoordinasikan penempatan guru berdasarkan tempat tinggal mereka.
“Kami telah merancang alat khusus untuk pemetaan persebaran guru ini, baik itu aplikasi dari kementerian maupun dari kami,” ujarnya.
Terlepas dari itu semua, Kurniawan mengaku bahwa hal ini tak mudah untuk direalisasikan, sebab masih banyak tantangan dalam penyebaran guru di daerah 3T. Mulai dari banyaknya guru PPPK yang menolak dipindahkan.
“Kami berusaha memahami realitas demografis dan keinginan guru, terutama terkait dengan keinginan mereka untuk tetap dekat dengan keluarga,” tutupnya. (Adv)


