Reporter : Ayu Norwahliyah | Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Tenaga pendidik di daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih belum merata secara keseluruhan.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Guru dan Tenaga Kerja (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin menjelaskan salah satu faktor pemicu masalah tersebut dikarenakan adanya penumpukan guru di pusat perkotaan.
Kemudian, banyaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berpindah-pindah tempat juga menjadi salah satu kendala persebaran guru menjadi tidak merata.
"Beberapa persoalan ini menyebabkan guru di daerah 3T tidak merata persebarannya," ujarnya.
Dengan pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang ada, Armin berharap persoalan ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi penumpukan guru di pusat perkotaan.
“Nantinya telah lulus dari PPPK akan Disdikbud Kaltim tempatkan dimana sekolah yang membutuhkan,” ungkapnya.
Disdikbud Kaltim juga memberikan solusi bagi tiap sekolah di daerah 3T yang kekurangan tenaga pengajar, agar dapat menggabungkan beberapa mata pelajaran pada satu guru.
“Jadi untuk menjadi solusi terkait kekurangan guru yaitu dengan merangkap guru-guru yang satu linier untuk mengajar mata pelajar,” tandasnya. (adv)


