Program Sekolah Penggerak Berhasil Diimplementasikan di Lima SMA  di Kaltim

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan. (Foto: Istimewa)
Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program Sekolah Penggerak Berhasil Diimplementasikan di Lima SMA  di Kaltim

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan. (Foto: Istimewa)
Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program Sekolah Penggerak Berhasil Diimplementasikan di Lima SMA  di Kaltim

Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan. (Foto: Istimewa)

Reporter: Ayu Norwahliyah | Editor: Buniyamin

SAMARINDA - Program sekolah penggerak yang telah berjalan selama tiga tahun di Kalimantan Timur (Kaltim) telah menunjukkan keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Etam.

Program sekolah penggerak sendiri merupakan program untuk mendorong proses transformasi satuan pendidikan agar dapat meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik secara holistik, baik dari aspek kompetensi kognitif (literasi dan numerasi), maupun non-kognitif (karakter) untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Muhammad Kurniawan mengatakan  program ini terlihat semakin menonjol dikarenakan adanya pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang diwajibkan bagi setiap sekolah. 

“Program ini luar biasa, ini telah menjadi model bagi sekolah-sekolah di Kaltim,” ungkap Kurniawan, belum lama ini.

Hingga saat ini terdapat sekitar lima sekolah yang telah mengimplementasikan program sekolah penggerak di Kaltim pada jenjang SMA.

Oleh karena itu, dalam waktu yang akan datang, Disdikbud akan mengusulkan beberapa sekolah di daerah pelosok untuk menerapkan program tersebut.

Tentunya, hal ini dilakukan juga sebagai upaya dalam mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama di daerah pelosok. 

“Ada beberapa sekolah yang kami usulkan ke kementerian, dan nantinya keputusan ada di tangan mereka,” pungkasnya. (Adv)