Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bunyamin
BALIKPAPAN - Bermain catur memang sangat menarik ditonton karena bisa menunjukkan beberapa strategi. Tapi siapa sangka, permainan itu juga butuh trik dan stamina prima bagi pemain.
Seperti yang terpantau di sekretariat Balikapapan Chess Club (BCC) di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Telaga Sari, Kota Balikpapan, terdapat dua pemain sedang coaching klinik, Selasa (16/4/2024).
Dua pemain sedang memutar otak menjalankan buah catur bewarna hitam dan putih. Satu set terdiri 16 buah, yakni satu raja, satu menteri, dua gajah, dua kuda, dua benteng dan delapan prajurit.
Anggota BCC, Ipan mengaku bermain catur butuh yang namanya kedisiplinan, suasana hati yang baik dan stamina prima. "Terpenting peraturan catur, harus tahu ketika bermain dan harus punya stamina yang bagus agar kemampuan berfikir berjalan dengan baik," katanya.
Ia mengatakan dalam bermain catur harus menguasai banyak strategi, mulai bertahan dan menyerang. Apalagi awal pembukaan langkah catur pertama harus diketahui.
"Setelah itu jaga permainan kita, kita bisa menang tapi kita bisa mengambil seri atau remis dalam posisi kalah sekalipun. Intinya kalau sudah menang satu buah catur, kita harus paksa terus untuk menang. Sebab setiap membuka celah pasti ada jawabannya," ungkapnya.
BCC, dikatakannya, sudah berdiri sejak lama walau belum pasti kapan terbentuknya. Tapi, organisasi ini sudah terdaftar di Cabang Olahraga (Cabor) Catur Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan.
"Awalnya BCC ini hanya sebuah kumpulan penghobi catur, saya kurang tahu persis tahun berapa berdiri. Tapi pada 2020, BCC ini sudah terdaftar dan memiliki atlet-atlet berprestasi" ujarnya.
Ia menyebutkan ada tiga pemain binaan yang berprestasi tersebut, yaitu Sultan, saudara kembar Dana dan Dani.
"Sultan itu masih muda baru setahun lulus SMA, sedangkan Dana dan Dani baru saja lulus SMA. Mereka itu binaan kami yang memiliki prestasi di Balikpapan, baik Pekan Olahraga Daerah (Porda), Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) maupun kejuaraan lokal," bebernya.
Dirinya pun menyarankan kepada tiga pemain tersebut untuk terus mengasah kemampuannya dalam bermain catur.
"Kalau di Balikpapan terus kamu akan jadi 'kolonel', tapi kalau kamu di luar daerah kamu bisa jadi 'jendral' nantinya. Seperti pisau, apabila terus diasah maka dia akan tajam," tuah Ipan kepada tiga pemain itu.


