Banner ADV

Kari Pelembong Gelar Reses di Desa Swarga Bara, Warga Minta Solusi untuk Sampah hingga Infrastruktur Jalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca314 kali dibaca
Anggota DPRD Kutim, Kari Pelembong. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Anggota DPRD Kutim, Kari Pelembong. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kari Pelembong Gelar Reses di Desa Swarga Bara, Warga Minta Solusi untuk Sampah hingga Infrastruktur Jalan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca314 kali dibaca
Anggota DPRD Kutim, Kari Pelembong. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Anggota DPRD Kutim, Kari Pelembong. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kari Pelembong Gelar Reses di Desa Swarga Bara, Warga Minta Solusi untuk Sampah hingga Infrastruktur Jalan

314
Anggota DPRD Kutim, Kari Pelembong. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bunyamin 

SANGATTA - Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Kari Palimbong mengaku telah melakukan Serap Aspirasi (reses) di Sangatta Utara, tepatnya di RT 26, Desa Singa Gembara.

Dalam reses itu, beberapa warga mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi untuk disampaikan kepada Pemkab Kutim agar segera ditindaklanjuti. Salah satunya adalah kekurangan armada kendaraan pengangkut sampah.

Warga mengeluhkan penumpukan sampah di beberapa titik yang berpotensi menjadi sumber masalah kebersihan dan kesehatan. "Masyarakat sangat membutuhkan tambahan armada pengangkut sampah agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Sampah sering menumpuk karena armada tidak cukup," katanya.

Selain masalah sampah, warga juga meminta perbaikan fasilitas masjid, seperti WC dan tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah tidak layak digunakan. 

"Kita berharap pemerintah bisa segera memperbaiki fasilitas masjid tersebut, terutama WC dan TPA yang sudah rusak. Masjid adalah tempat ibadah dan seharusnya fasilitasnya juga nyaman untuk digunakan," tambah Kari.

Kondisi infrastruktur jalan juga menjadi perhatian utama. Sebab, beberapa ruas jalan di desa tersebut masih memerlukan perbaikan, seperti semenisasi, pemasangan batu merah dan perbaikan drainase yang sering tersumbat.

"Jalan di desa itu banyak yang rusak, terutama saat musim hujan. Drainase tersumbat dan jalan menjadi berlumpur, itu menyulitkan warga untuk beraktivitas," pungkas Kari.

Kari Palimbong memastikan akan segera mengupayakan solusi agar bisa segera ditindaklanjuti pada 2025 mendatang.

"Pemerintah Kutim akan membantu dalam perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas masjid di Desa Singa Gembara. Saya akan menyampaikan usulan warga kepada pihak terkait agar segera direalisasikan. Pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi kebutuhan dasar masyarakat," tegasnya. (Adv)