Reporter: Siswandi | Editor: Bunyamin
SANGATTA - Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Kari Palimbong mengadakan reses di Desa Suarga Bara, tepatnya di RT 8 Kabo Jaya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah permasalahan yang dihadapi warga disampaikan, mulai dari kebutuhan pertanian hingga kekhawatiran terkait pendidikan anak-anak. Warga juga menanyakan kapan solusi atas keluhan mereka akan terealisasi.
Salah satu permasalahan utama yang disampaikan warga adalah terkait dengan pertanian, sehingga meminta adanya pengadaan racun rumput dan alat mesin babat rumput untuk membantu membersihkan lahan pertanian.
“Kami sangat membutuhkan alat untuk membersihkan lahan, terutama mesin babat rumput dan racun rumput. Jika ada, maka tentu akan sangat membantu kami dalam meningkatkan hasil pertanian,” ungkap seorang petani di desa tersebut.
Masalah lain yang tidak kalah penting adalah pendidikan anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu. Warga mengkhawatirkan masa depan pendidikan anak-anaknya yang terhambat oleh keterbatasan biaya.
“Kami khawatir anak-anak kami tidak bisa melanjutkan pendidikan karena masalah biaya. Banyak anak berpotensi yang terhalang oleh faktor ekonomi,” kata seorang orangtua yang hadir dalam reses tersebut.
Kari Palimbong menjelaskan, beberapa solusi yang akan diberikan oleh pemerintah. Untuk masalah pendidikan, ada program Beasiswa Tuntas yang disiapkan untuk anak-anak berprestasi, mulai jenjang TK hingga pendidikan tinggi.
“Program Beasiswa Tuntas akan memberikan kesempatan bagi anak-anak berprestasi, dan kami juga akan membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui laporan yang disampaikan ke RT atau desa,” ujarnya.
Terkait permintaan petani akan alat dan bahan pertanian, Kari memastikan akan menyampaikan usulan tersebut kepada dinas terkait.
"Kita akan mengupayakan agar kebutuhan petani, seperti racun rumput dan mesin babat rumput, bisa dipenuhi. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan program ini berjalan," jelasnya.
Namun berkaitan dengan waktu realisasi, warga juga menanyakan kapan permintaan mereka akan terealisasi.
"Realisasi bantuan dan perbaikan infrastruktur kemungkinan besar baru dapat dilaksanakan pada tahun 2025, setelah pembahasan anggaran murni. Tapi kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencoba mempercepat pelaksanaan program agar cepat terwujud," tambah Kari Palimbong. (Adv)

.jpg)

