Banner ADV

Warga Sampaikan Aspirasi Terkait Rumah Ibadah saat Reses Shabaruddin di Desa Tadoan dan Manubar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca490 kali dibaca
Anggota DPRD Kutim, Shabaruddin. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Anggota DPRD Kutim, Shabaruddin. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Warga Sampaikan Aspirasi Terkait Rumah Ibadah saat Reses Shabaruddin di Desa Tadoan dan Manubar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca490 kali dibaca
Anggota DPRD Kutim, Shabaruddin. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Anggota DPRD Kutim, Shabaruddin. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Warga Sampaikan Aspirasi Terkait Rumah Ibadah saat Reses Shabaruddin di Desa Tadoan dan Manubar 

490
Anggota DPRD Kutim, Shabaruddin. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bunyamin

SANGATTA – Selain masalah pendidikan, infrastruktur, dan air bersih, masalah rumah ibadah juga menjadi salah satu perhatian utama yang disampaikan warga Desa Tadoan dan Desa Manubar saat reses yang digelar oleh Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Shabaruddin baru-baru ini. 

Warga dari kedua desa tersebut mengajukan permintaan bantuan untuk perbaikan dan pembangunan tempat ibadah yang layak.

Di Desa Tadoan, masyarakat mengusulkan perbaikan gereja yang dinilai sudah tidak memadai lagi untuk mendukung kegiatan keagamaan. "Kami sangat membutuhkan perbaikan gereja agar bisa digunakan dengan nyaman dan lebih baik untuk kegiatan keagamaan," ujar salah seorang warga. 

Sementara itu, warga di Desa Manubar juga menyampaikan hal serupa untuk masjid yang menjadi pusat kegiatan spiritual mereka. "Masjid kami sudah cukup tua dan perlu perbaikan agar bisa menampung jamaah yang lebih banyak, terutama pada saat kegiatan ibadah besar," kata warga lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Shabaruddin menegaskan pentingnya peran rumah ibadah dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. "Rumah ibadah adalah tempat yang tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan moral. Oleh karena itu, perbaikan dan pembangunan rumah ibadah adalah kebutuhan yang sangat penting," ujar Shabaruddin.

Ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi warga terkait rumah ibadah melalui mekanisme anggaran daerah. Dalam Rapat Paripurna ke-20 yang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2025, Shabaruddin akan memasukkan permintaan tersebut dalam Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.

"Walaupun beberapa aspirasi mungkin memerlukan waktu untuk terealisasi, saya akan terus berupaya agar kebutuhan masyarakat, termasuk tempat ibadah, dapat dipenuhi secara bertahap," kata Shabaruddin.

Dengan perhatian yang diberikan, masyarakat Desa Tadoan dan Manubar berharap aspirasi mereka dapat segera terwujud demi terciptanya kehidupan yang lebih baik, harmonis, dan penuh kedamaian di lingkungan mereka. (Adv)