Hilal di Balikpapan Belum Terlihat Sore Ini

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
BMKG Balikpapan melakukan pengamatan posisi hilal melalui teropong di Menara Masjid BIC, Sabtu (29/3/2025). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
BMKG Balikpapan melakukan pengamatan posisi hilal melalui teropong di Menara Masjid BIC, Sabtu (29/3/2025). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hilal di Balikpapan Belum Terlihat Sore Ini

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
BMKG Balikpapan melakukan pengamatan posisi hilal melalui teropong di Menara Masjid BIC, Sabtu (29/3/2025). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
BMKG Balikpapan melakukan pengamatan posisi hilal melalui teropong di Menara Masjid BIC, Sabtu (29/3/2025). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hilal di Balikpapan Belum Terlihat Sore Ini

BMKG Balikpapan melakukan pengamatan posisi hilal melalui teropong di Menara Masjid BIC, Sabtu (29/3/2025). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bunyamin

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar Rukyatul Hilal di menara Masjid Balikpapan Islamic Center (BIC), Sabtu (15/3/2025). 

Berdasarkan hasil pengamatan, hilal tidak terlihat, sehingga Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan, Masrivani mengatakan rukyatul hilal merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang dilakukan setiap 29 Hijriyah.

Hasil pengamatan ini kemudian dilaporkan ke Kemenag Republik Indonesia untuk menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat.

“Hari ini kita melakukan rukyatul hilal untuk menentukan 1 Syawal 1446 Hijriyah. Data dari Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama menunjukkan bahwa konjungsi atau ijtimak terjadi pada pukul 18.57 WITA. Artinya, bulan baru belum tampak saat matahari terbenam,” ucap Masrivani.

Kata dia, jika ada saksi yang melihat hilal, maka akan dilakukan proses sumpah untuk memastikan keabsahan pengakuan tersebut.

“Jika ada yang melihat hilal secara langsung, maka akan dilakukan penyumpahan untuk memastikan kesaksian tersebut dapat diterima,” jelasnya.

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kota (Setkot) Balikpapan, Arif Fadillah menegaskan Rukyatul Hilal bukan satu-satunya metode yang digunakan dalam penetapan awal Syawal di Indonesia. Perbedaan metode ini kerap menyebabkan perbedaan dalam perayaan Idulfitri, seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Meski hasil rukyat bisa berbeda, kita harus tetap menghormati dan menghargai perbedaan tersebut. Idulfitri adalah momen untuk saling bermaafan dan mempererat persaudaraan,” kata Arif.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid mengungkapkan, bahwa pengamatan hilal harus memenuhi syarat visibilitas tertentu agar dapat dijadikan dasar penetapan awal bulan Hijriyah.

“Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat, sehingga Ramadan digenapkan menjadi 30 hari sesuai ketentuan syariat,” ujar Rasmid.

Dengan hasil rukyatul hilal ini, dapat dipastikan bahwa besok umat Muslim di Balikpapan masih menjalankan ibadah puasa Ramadan. 

Keputusan akhir mengenai 1 Syawal 1446 Hijriah akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah setelah sidang isbat nasional.