BPBD PPU Ingatkan Nelayan untuk Waspada Potensi Gelombang Tinggi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Perahu nelayan di pesisir Kelurahan Penajam, Kecamaatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Perahu nelayan di pesisir Kelurahan Penajam, Kecamaatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BPBD PPU Ingatkan Nelayan untuk Waspada Potensi Gelombang Tinggi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Perahu nelayan di pesisir Kelurahan Penajam, Kecamaatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Perahu nelayan di pesisir Kelurahan Penajam, Kecamaatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BPBD PPU Ingatkan Nelayan untuk Waspada Potensi Gelombang Tinggi

Perahu nelayan di pesisir Kelurahan Penajam, Kecamaatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) mengingatkan nelayan untuk waspada potensi angin kencang dari arah selatan yang disertai gelombang tinggi.

Gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2025. 

“Sekarang sudah memasuki angin selatan yang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi, sehingga para nelayan maupun penyedia jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, Kamis (24/7/2025). 

Kuncoro menekankan, seluruh nelayan harus memperhatikan peralatan keselamatan sebelum melaut. Selain itu, terlebih dahulu harus memastikan kondisi kelayakan perahu beserta mesin. 

“Kami mengimbau nelayan untuk menyiapkan jaket pelampung dan radio telekomunikasi ketika hendak melaut. Kelengkapan ini perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko yang terjadi di tengah laut,” ujarnya. 

Para nelayan di PPU juga dianjurkan untuk terus memantau perkembangan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ini perlu dilakukan untuk meminimalisir risiko yang bakal terjadi saat melaut. 

“Kami meminta nelayan untuk memantau informasi cuaca BMKG. Jadi, sebelum memutuskan melakukan aktivitas di tengah laut, nelayan sudah mendapatkan informasi terkait dengan perkembangan cuaca. Apalagi saat ini sedang memasuki musim angin selatan yang dapat memicu gelombang tinggi,” pungkasnya. (Adv)