Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mendorong pemerintah kota (Pemkot) agar tidak berhenti pada proyek revitalisasi bekas TPA Bukit Pinang.
Menurutnya, pengelolaan sampah di Samarinda perlu diarahkan pada inovasi yang bisa memberi nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.
Usia mengunjungi lokasi eks-TPA Bukit Pinang, Deni menyoroti masih adanya potensi pemanfaatan limbah, meskipun gas metana di lahan tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk dijadikan sumber energi.
“Kalau tekanannya rendah, jelas tidak bisa dimanfaatkan secara stabil. Tapi pengelolaan sampah itu tidak berhenti di gas metana. Ada opsi lain seperti wood chip, maggot untuk pakan ikan, atau produk turunan lain yang bisa memberi nilai tambah,” beber Deni.
Ia menilai dengan dana revitalisasi yang mencapai Rp16 miliar yang dialokasikan tahun ini, pemerintah harus menyiapkan peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah jangka panjang.
Menurutnya, sampah jangan hanya dianggap sebagai masalah, tetapi merupakan sumber daya baru yang bernilai. “Kota-kota lain sudah mulai, kenapa Samarinda tidak bisa?” imbuhnya.
Karena itu, Politisi Partai Gerindra ini juga berharap, selain menjadikan Bukit Pinang sebagai ruang terbuka hijau, Pemkot melalui DLH dan PUPR juga dapat terus mencari terobosan dalam pengelolaan sampah.
"Harapannya, inovasi itu dapat mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis limbah," pungkasnya. (Adv)



