Banner ADV

DPRD Samarinda Dorong Transformasi Ekonomi Sirkular Lewat Pengolahan Sampah Organik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Samarinda Dorong Transformasi Ekonomi Sirkular Lewat Pengolahan Sampah Organik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Samarinda Dorong Transformasi Ekonomi Sirkular Lewat Pengolahan Sampah Organik

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin

SAMARINDA - DPRD Samarinda mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah di Kota Tepian dari sekadar pembuangan menjadi pengelolaan berbasis ekonomi sirkular. 

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengatakan bahwa pengelolaan sampah organik tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Langkah ini kata ia, dapat dimulai dengan pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai tambah seperti pupuk kompos dan energi biogas.

“Pemanfaatan limbah organik bisa menjadi sumber energi metana, bahan baku insinerator, hingga pupuk alami. Artinya, limbah memiliki nilai ganda bagi kota,” ujar Deni. 

Produksi sampah perhari yang mencapai 615 ton menjadi potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA dan menekan pencemaran lingkungan.

Deni menegaskan, program ini akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Samarinda menuju kota zero waste dan berkelanjutan. 

Untuk itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan kajian mendalam mengenai efektivitas dan keamanan sistem pengolahan limbah organik.

Deni mendorong kolaborasi antara pemerintah kota, perguruan tinggi dan sektor industri dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah yang efisien dan ramah lingkungan.

“Partisipasi masyarakat juga penting, terutama dalam memilah sampah organik dari rumah tangga agar program ini berhasil,” tambahnya. (Adv)