Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA– Upaya melindungi anak sekolah dari jajanan yang tidak aman kini menjadi perhatian serius lintas lembaga di Samarinda.
Komisi IV DPRD Samarinda menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat sinergi pengawasan sekaligus edukasi keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Harminsyah mengatakan pengawasan terhadap jajanan sekolah tidak bisa dilakukan secara parsial.
Kata fia, diperlukan kerja sama menyeluruh agar pengawasan lebih efektif.
“Kami ingin semua pihak terlibat aktif. Kasus-kasus seperti gagal ginjal akut di beberapa daerah menjadi pengingat agar kita tidak lengah,” ujar Harminsyah.
Menurutnya, DPRD bersama mitra teknis akan mengagendakan inspeksi mendadak (sidak) terpadu ke sekolah-sekolah. Tujuannya untukmemastikan jajanan yang beredar memenuhi standar keamanan dan kehalalan.
“Kami siap turun langsung bersama BBPOM dan MUI. Ini bukan sekadar pengawasan, tapi bentuk perlindungan terhadap generasi muda kita,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismid Kusasih, menyampaikan, pihaknya telah menjalankan pembinaan dan pengawasan jajanan sekolah secara berkala.
“Kami tetap berkomitmen memperluas jangkauan pengawasan. Edukasi tentang gizi sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk siswa juga rutin dilakukan,” singkat Ismid. (Adv)



