Banner ADV

DPRD Samarinda Apresiasi Ketegasan Dishub, Tapi Ingatkan Kebijakan Harus Tetap Manusiawi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Samarinda Apresiasi Ketegasan Dishub, Tapi Ingatkan Kebijakan Harus Tetap Manusiawi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Samarinda Apresiasi Ketegasan Dishub, Tapi Ingatkan Kebijakan Harus Tetap Manusiawi

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA – Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo mengapresiasi ketegasan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam menjalankan kebijakan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Tepian. 

Dishub telah menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan kota, salah satunya Jalan Abul Hasan yang belakangan menimbulkan kontra di tengah masyarakat. 

Arie mengingatkan agar ketegasan tersebut tetap dibarengi dengan pendekatan yang manusiawi, terutama dalam proses sosialisasi kepada masyarakat.

“Saya mengapresiasi ketegasan Dishub terkait kebijakan ini. Cuma memang kebijakan yang tegas itu juga harus tetap manusiawi,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan sistem satu arah yang dilakukan di beberapa titik seperti Jalan Abul Hasan seharusnya didahului dengan sosialisasi yang lebih matang. 

Arie menilai kebijakan yang langsung diterapkan tanpa transisi dapat menimbulkan kesan otoriter dan membingungkan masyarakat.

“Seperti kemarin kan tiba-tiba langsung diterapkan satu arah, mungkin kurang sosialisasinya, jadi kesannya kita jadi otoriter,” jelasnya.

Ia juga menyoroti keluhan warga di sekitar Jalan Abul Hasan yang meminta agar pengaturan parkir di lokasi tersebut dikaji ulang. 

Menurutnya, selama ini posisi parkir kendaraan di sepanjang jalan itu masih sejajar (paralel), sehingga kapasitasnya terbatas.

“Saya sempat dapat permintaan dari warga Abul Hasan agar parkir di sana jangan lurus tapi serong, jadi isinya lebih banyak. Ini mungkin bisa dikaji,” ungkapnya.

Ia berharap Dishub dapat menindaklanjuti masukan tersebut dengan melakukan kajian teknis di lapangan. 

Arie menegaskan bahwa kebijakan transportasi di Samarinda perlu memadukan ketegasan dan empati agar tujuan penataan lalu lintas dapat berjalan efektif tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Artinya penerapan kebijakan itu harus tegas, memang harus seperti itu, tapi tetap memperhatikan sisi kemanusiaannya,” pungkasnya. (Adv)