Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menyoroti maraknya jajanan di sekitar sekolah yang dinilai belum memenuhi standar kesehatan dan higienitas.
Puji mengatakan, banyak anak-anak sekolah lebih memilih jajanan di luar sekolah ketimbang kantin yang da di dalam sekolah.
“Kami melihat kantin sehat di sekola belum berfungsi maksimal. Justru yang lebih disukai anak-anak adalah jajanan di luar sekolah,” kata Puji.
Ia menyebut, berbagai jajanan seperti pentol, cireng, cilok, telur gulung, dan sosis dijual dengan harga murah namun belum terjamin kebersihannya.
Puji mempertanyakan sejauh mana pengawasan Dinas Kesehatan terhadap penjual jajanan tersebut, mengingat banyak yang mengolah makanan di rumah tanpa standar higienis.
Menurutnya, penggunaan bahan tidak segar dan minyak goreng bekas berpotensi membahayakan kesehatan anak. Karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi bagi siswa agar lebih peduli terhadap makanan sehat.
DPRD Samarinda juga mendorong kolaborasi antara sekolah, Dinas Kesehatan, BPOM, dan MUI untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan jajanan anak di sekolah aman dan layak konsumsi.
"Peran sekolah dan Dinas Kesehatan sangat penting untuk memberikan edukasi, agar anak-anak memahami pentingnya memilih makanan
sehat," pungkasnya. (Adv)



