Banner ADV

DPRD Samarinda Sebut Perlu Kolaborasi Sosial untuk Tekan Angka Stunting

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri puji Astuti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri puji Astuti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Samarinda Sebut Perlu Kolaborasi Sosial untuk Tekan Angka Stunting

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri puji Astuti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri puji Astuti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Samarinda Sebut Perlu Kolaborasi Sosial untuk Tekan Angka Stunting 

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri puji Astuti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda dinilai tak cukup hanya mengandalkan dukungan pemerintah. 

Keterlibatan masyarakat dan dunia usaha menjadi faktor penting agar program ini berjalan efektif hingga ke tingkat keluarga.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. Menurutnya persoalan gizi anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga tanggung jawab sosial seluruh elemen masyarakat.

“Program ini akan efektif kalau ada kepedulian dari masyarakat. Pemerintah sudah menyiapkan dukungan dari sisi anggaran dan regulasi, di lapangan sangat bergantung pada peran sosial warga dan dunia usaha,” ungkap Puji.

Ia menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor sebenarnya sudah mulai terbentuk, namun partisipasi masyarakat dan sektor swasta masih perlu dioptimalkan. 

Ia menilai, jika kesadaran sosial warga meningkat seperti saling membantu tetangga yang kesulitan memenuhi gizi anak, maka angka stunting bisa ditekan lebih cepat.

“Masih banyak ruang untuk penguatan di tingkat RT dan keluarga. Partisipasi dari dunia usaha juga baru sebagian yang terlibat,” pungkasnya. (Adv)