Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menilai Pelatihan Tailor Made Training (TMT) Metodologi Pelatihan Level 3 yang digelar BPVP Samarinda bukan hanya meningkatkan kompetensi instruktur, tetapi juga memberikan dampak berantai terhadap kualitas layanan pembelajaran di seluruh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kota Bontang.
Pelatihan yang berlangsung 17–22 November 2025 di Aula PLA Bontang itu diikuti para instruktur dengan agenda intensif selama enam hari. Rangkaian kegiatan mencakup pemberian materi metodologi, praktik langsung pengajaran, hingga Uji Kompetensi (UJK) untuk memastikan kelayakan kemampuan peserta.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menekankan bahwa pelatihan instruktur seperti ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan standar mutu lembaga kursus. Ia menyebutkan bahwa peningkatan kapasitas instruktur akan langsung berpengaruh pada kualitas lulusan yang dihasilkan.
“Ketika instruktur meningkat kompetensinya, maka kualitas pembelajaran di LKP ikut terangkat. Dampaknya langsung terasa pada peserta didik yang mendapatkan metode belajar lebih efektif dan relevan,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).
Abdu Safa juga menyebutkan bahwa dunia vokasi membutuhkan tenaga pengajar yang tidak hanya paham teknis, tetapi juga mampu mengelola pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Kami melihat TMT ini sebagai bentuk investasi jangka panjang. SDM instruktur yang kuat akan menciptakan lulusan yang lebih siap bersaing di dunia industri,” tambahnya.
Ia berharap sinergi BPVP Samarinda dengan pemerintah daerah terus diperluas agar semakin banyak instruktur LKP di Bontang memperoleh kesempatan serupa.
Pelatihan ini dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem vokasi di Bontang, sekaligus menjawab tantangan peningkatan kualitas pendidikan nonformal di era kompetisi tenaga kerja yang semakin ketat. (Adv)

.webp)

