Banner ADV

Wali Kota Neni Sebut Wayang Golek Jadi Media Edukasi Budaya di Kota Multietnis Bontang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja III Saparakanca. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja III Saparakanca. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wali Kota Neni Sebut Wayang Golek Jadi Media Edukasi Budaya di Kota Multietnis Bontang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja III Saparakanca. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja III Saparakanca. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wali Kota Neni Sebut Wayang Golek Jadi Media Edukasi Budaya di Kota Multietnis Bontang

Pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja III Saparakanca. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG - Pertunjukan Wayang Golek Putra Giri Harja III Saparakanca pada Sabtu (22/11/2025) malam tidak hanya menjadi penutup Pagelaran Seni Budaya dan Kuliner Sunda, tetapi juga tampil sebagai media edukasi budaya yang mampu menjembatani keragaman masyarakat Kota Bontang.

Di tengah kota yang dihuni oleh berbagai suku dan komunitas, kehadiran Wayang Golek membawa pesan universal tentang nilai moral, kebijaksanaan, dan persatuan. 

Unsur humor, kritik sosial, serta filosofi yang disisipkan dalam lakon membuat pertunjukan ini dinikmati tidak hanya oleh warga Sunda, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang.

Penampilan Wayang Golek Putra Giri Harja III yang dikenal sebagai salah satu maestro pertunjukan tradisional Sunda menjadi magnet perhatian, terutama bagi generasi muda. Banyak pelajar, mahasiswa, dan keluarga yang hadir untuk menyaksikan seni tradisi yang semakin langka di ruang publik modern.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menilai kehadiran Wayang Golek sebagai sarana penting memperkenalkan warisan budaya Nusantara kepada publik, sekaligus memperkuat karakter masyarakat di tengah derasnya pengaruh budaya global.

“Seni budaya seperti wayang tidak hanya hiburan, tetapi juga pendidikan. Ini penting untuk memperkaya nilai-nilai kebangsaan, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.

Pertunjukan ini juga dipandang sebagai bentuk diplomasi budaya menghubungkan masyarakat lintas suku melalui seni yang dapat dinikmati bersama. Interaksi dalang dengan penonton, cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, hingga pesan harmoni menjadikan Wayang Golek sebagai media dialog sosial yang efektif.

Dengan apresiasi penonton yang tinggi dan antusias, pertunjukan tersebut memperlihatkan bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat dan dapat terus diwariskan ketika diberikan panggung yang tepat. (Adv)