Banner ADV

Antisipasi Lonjakan Penduduk Imbas IKN, Disdukcapil Kutim Fokus Perkuat Sistem Layanan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Antisipasi Lonjakan Penduduk Imbas IKN, Disdukcapil Kutim Fokus Perkuat Sistem Layanan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Antisipasi Lonjakan Penduduk Imbas IKN, Disdukcapil Kutim Fokus Perkuat Sistem Layanan

Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan

SANGATTA – Sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diproyeksi bakal mengalami peningkatan arus migrasi dalam beberapa tahun mendatang. 

Meski demikian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim belum berencana menambah bangunan kantor atau fasilitas fisik dalam waktu dekat.

Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah menjelaskan bahwa pihaknya masih mengamati perkembangan yang terjadi sebelum mengambil langkah besar terkait penambahan infrastruktur. 

Ia menilai bahwa proyeksi kebutuhan fisik 5–10 tahun mendatang harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta arah kebijakan pemerintah pusat terkait pengembangan IKN.

“Untuk pembangunan gedung baru atau perluasan layanan fisik, kami belum bisa memastikan. Semua kembali pada kemampuan APBD dan arahan lebih lanjut dari pusat. Dampaknya ke daerah tentu ada, tapi kami bergerak berdasarkan prioritas yang berjalan sekarang,” ujar Jumeah.

Menurutnya, kesiapan menghadapi peningkatan jumlah penduduk tidak selalu identik dengan pembangunan gedung besar. 

Fokus utama Disdukcapil saat ini adalah peningkatan efektivitas layanan, terutama melalui digitalisasi dan penguatan pelayanan di tingkat kecamatan dua program yang menjadi bagian dari agenda prioritas bupati.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan sistemnya bekerja optimal. Jika layanan online dan distribusi pelayanan ke kecamatan berjalan lancar, penambahan jumlah penduduk bisa ditangani tanpa harus terburu-buru membangun gedung baru,” jelasnya.

Meski demikian, Jumeah tidak menutup kemungkinan akan adanya evaluasi terhadap kapasitas ruang layanan dan jumlah SDM apabila arus migrasi ke Kutim meningkat signifikan seiring operasional penuh IKN. 

Untuk sementara, Disdukcapil memilih memaksimalkan fasilitas yang tersedia sambil terus memantau perkembangan jumlah penduduk dari tahun ke tahun.

Dengan pendekatan adaptif ini, Disdukcapil berharap pelayanan administrasi kependudukan di Kutim tetap terjaga meski dinamika demografi berubah akibat kedekatan wilayah dengan proyek strategis nasional tersebut. (Adv)