Banner ADV

Enggan Beralih ke Online, Disdukcapil Kutim Intensif Edukasi Penggunaan Siap Kawal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Enggan Beralih ke Online, Disdukcapil Kutim Intensif Edukasi Penggunaan Siap Kawal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Enggan Beralih ke Online, Disdukcapil Kutim Intensif Edukasi Penggunaan Siap Kawal

Kantor Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bunyamin

SANGATTA – Upaya memperkuat transformasi digital pelayanan publik terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui optimalisasi aplikasi “Siap Kawal”. 

Meskipun layanan ini sudah tersedia sejak 2022 dan memiliki ribuan pengguna aktif, tapi pemanfaatannya masih perlu terus didorong agar masyarakat semakin terbiasa mengurus dokumen kependudukan secara daring.

Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan administrasi penduduk (adminduk), tanpa perlu hadir langsung ke kantor dinas. 

Melalui telepon genggam maupun situs resmi Disdukcapil, warga dapat mengajukan permohonan cetak Kartu Keluarga(KK), Akta Kelahiran sampai surat pindah.

“Tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor untuk sekadar mendaftar. Cukup lewat handphone, buka aplikasi Siap Kawal, ikuti tata caranya, nanti dokumen bisa diproses,” ujarnya.

Ia mengatakan berbagai kemudahan itu seharusnya bisa menjadi solusi bagi warga yang selama ini terhambat jarak atau waktu. 

Namun, Jumeah mengaku masih banyak masyarakat yang merasa lebih nyaman datang langsung ke kantor karena menganggap pelayanan tatap muka lebih meyakinkan.

Di sisi lain, Disdukcapil Kutim juga memberikan perhatian khusus kepada warga di pelosok desa yang mungkin mengalami kendala internet atau belum terbiasa menggunakan perangkat digital. 

Untuk itu, petugas register desa telah ditempatkan di setiap wilayah agar masyarakat dapat meminta bantuan menginput data.

“Di setiap desa itu ada petugas registernya. Warga bisa minta bantu di situ atau lihat tutorial di website kami. Jadi tidak ada alasan sulit mengurus dokumen,” kata Jumeah.

Ia menilai perubahan pola masyarakat dari layanan konvensional ke digital memang membutuhkan proses. 

Namun, dengan sosialisasi bertahap dan edukasi yang terus dilakukan, dirinya optimistis migrasi ke layanan online akan berjalan semakin masif. 

Tidak hanya menghemat waktu warga, penggunaan aplikasi Siap Kawal juga diyakini dapat mengurangi kepadatan antrean di kantor Disdukcapil Sangatta.

“Pada akhirnya, layanan digital ini memberi efisiensi bagi semua pihak,” pungkas Jumeah. (Adv)