Banner ADV

Wali Kota Ingatkan Organisasi Kedaerahan Selalu Menjaga Soliditas Internal serta Aktif Bermitra dengan Pemerintah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wali Kota Ingatkan Organisasi Kedaerahan Selalu Menjaga Soliditas Internal serta Aktif Bermitra dengan Pemerintah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wali Kota Ingatkan Organisasi Kedaerahan Selalu Menjaga Soliditas Internal serta Aktif Bermitra dengan Pemerintah

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan 

BONTANG - Moment Pagelaran Seni Budaya dan Kuliner Sunda menjadi kesempatan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni untuk menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarsuku sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat kota.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang itu berlangsung hangat, dihadiri jajaran pimpinan daerah serta paguyuban Sunda dari Bontang, Samarinda, dan Kutai Timur.

Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa keberagaman etnis adalah kekuatan yang harus terus dijaga. Ia menekankan bahwa Kota Bontang dibangun oleh masyarakat dari berbagai suku, sehingga harmonisasi dan toleransi menjadi kunci terciptanya lingkungan yang damai.

“Kota Bontang dibangun oleh banyak suku. Karena itu, kita harus tetap menjaga kebersamaan, kasih sayang, harmonisasi, dan toleransi demi Bontang yang maju dan damai,” ujar Neni, Sabtu (22/11/2025). 

Wali Kota juga mengingatkan organisasi kedaerahan seperti Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB) dan Ikatan Wanita Sunda (IWS) agar menjaga soliditas internal serta aktif bermitra dengan pemerintah. 

Ia berharap paguyuban turut serta dalam berbagai program pembangunan, mulai dari kebersihan lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga upaya penurunan stunting dan kemiskinan.

Selain itu, pelestarian budaya juga menjadi sorotan. Neni mengajak warga Sunda untuk terus merawat seni dan budaya leluhur sebagai bagian dari kontribusi menjaga keberagaman di Bontang.

“Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai pahlawan dan budayanya. Warga Sunda harus menjadi bagian dari upaya menjaga keberagaman yang harmonis di Bontang,” tegasnya.

Acara budaya menjadi wadah bersilaturahmi antar komunitas di tengah masyarakat multikultural Kota Bontang.

Pagelaran ditutup dengan pertunjukan Wayang Golek Putra Giri Harja III Saparakanca, menjadi penanda kuatnya komitmen bersama dalam menjaga persatuan sembari merawat budaya di kota yang majemuk ini. (Adv)