Banner ADV

Puskesmas Muara Ancalong Butuh Tambahan AC

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Camat Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur, Harun Al Rasyid. (Foto: Dok Facebook Harun)
Camat Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur, Harun Al Rasyid. (Foto: Dok Facebook Harun)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Puskesmas Muara Ancalong Butuh Tambahan AC

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Camat Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur, Harun Al Rasyid. (Foto: Dok Facebook Harun)
Camat Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur, Harun Al Rasyid. (Foto: Dok Facebook Harun)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Puskesmas Muara Ancalong Butuh Tambahan AC

Camat Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur, Harun Al Rasyid. (Foto: Dok Facebook Harun)

Reporter: Siswandi | Editor: Bunyamin

SANGATTA – Puskesmas Muara Ancalong akhirnya bisa beroperasi lebih optimal menyusul peningkatan daya listrik yang direalisasikan PLN pada Oktober 2024.
 
Namun, langkah perbaikan ini justru memunculkan persoalan baru, yakni keterbatasan unit Air Conditioner (AC) yang masih belum mencukupi kebutuhan ruang pelayanan.

Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid mengungkapkan, peningkatan daya listrik menjadi angin segar bagi kegiatan operasional Puskesmas, terutama karena sebelumnya peralatan medis kerap tidak bisa dinyalakan bersamaan dengan AC.

“Alhamdulillah tahun ini sudah realisasi bulan kemarin. Untuk peningkatan daya listrik di Puskesmas sudah terealisasi,” ujarnya.

Harun menjelaskan, sebelum peningkatan daya dilakukan, tenaga medis sering menghadapi kondisi listrik yang tidak stabil. AC kerap mati mendadak atau jeglek ketika mesin-mesin medis dioperasikan.

“Kendalanya sebelumnya karena dayanya kurang. Pas hidupin mesin alat-alat medis, AC jeglek enggak kuat. Sekarang sudah ditingkatkan dayanya dari PLN,” jelasnya.

Meski masalah kelistrikan sudah teratasi, Puskesmas kembali dihadapkan pada tantangan lain, yakni minimnya jumlah AC yang tersedia.

“Cuman masalahnya sekarang AC-nya lagi, mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan dari Dinas Kesehatan maupun Pemkab Kutim,” katanya.

Kekurangan AC ini terutama dirasakan pada ruang rawat inap dan ruang praktik dokter, yang hingga kini masih belum seluruhnya memiliki pendingin ruangan. 

Menurut Harun, kenyamanan suhu sangat penting bagi proses penyembuhan pasien dan fokus tenaga medis. “Di ruang rawat inap kadang enggak ada AC. Sampai hari ini AC masih kekurangan,” tambahnya.

Harun menyebut sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas agar kebutuhan AC tersebut diajukan secara resmi ke Dinas Kesehatan. 

Ia berharap anggaran dapat dialokasikan pada tahun 2025 agar pelayanan tidak lagi terkendala cuaca panas Muara Ancalong.

Meski begitu, Harun tetap mengapresiasi gerak cepat PLN yang telah meningkatkan daya listrik Puskesmas setelah melalui proses koordinasi panjang.

“Alhamdulillah tahun ini sudah realisasi, dari PLN sudah ditingkatkan dayanya,” ucapnya.

Dengan listrik yang kini mencukupi, seluruh peralatan medis dapat dioperasikan tanpa risiko mati mendadak. 

Namun, Harun menegaskan bahwa isi Puskesmas juga harus dilengkapi, bukan hanya infrastrukturnya.

Ia optimis pengadaan AC akan masuk dalam perencanaan anggaran 2025. “Kami akan terus mengawal usulan ini, mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” pungkasnya. (Adv)