Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA - Pemerintah Desa Kandolo menargetkan pembangunan Rainbow Slide atau perosotan warna-warni sebagai ikon wisata baru dapat rampung pada tahun 2025.
Proyek dengan total investasi mencapai Rp750 juta ini dibangun secara pembagian biaya yang menggabungkan Dana Desa, Alokasi Dana Desa (ADD), dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tambang.
Kepala Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Alimuddin menyampaikan bahwa pembangunan Rainbow Slide sempat terkendala karena lambatnya pencairan dana CSR dari perusahaan.
Proyek wisata ini bersifat multi years atau multitahun, dimulai sejak tahun 2024 dan ditargetkan selesai di tahun 2025.
"Kendalanya itu karena ini cost sharing, gabungan antara Dana Desa, ADD dengan dana CSR dari perusahaan. Jadi terkadang dari perusahaan itu agak lambat, makanya tidak bisa kita laksanakan," jelas Alimuddin mengenai hambatan yang dihadapi.
Meskipun material utama seperti rel prosotan dan perlengkapan lainnya sudah siap, namun pembangunan runway atau landasan prosotan kebetulan hasil kesepakatan rapat dititipkan kepada PT Indomilco sehingga pengerjaannya mengalami keterlambatan.
Namun ia memastikan bahwa mulai saat ini pekerjaan sudah dimulai kembali. Dari total anggaran Rp750 juta, sekitar Rp500 juta berasal dari dana CSR perusahaan, sementara sisanya sekitar Rp250 juta berasal dari APBD Desa.
Kepala Desa Alimuddin kembali mengingatkan bahwa Dana Desa pada dasarnya hanya terima angka saja, karena uangnya sesungguhnya sudah tidak bisa dikelola bebas oleh desa karena peruntukannya sudah ditentukan dari pusat.
"Insyaallah tahun ini rampung itu kalau Rainbow Slide-nya, kita target untuk prosotan itu," tegasnya dengan optimis.
Rainbow Slide ini menjadi salah satu upaya pemerintah desa mengembangkan potensi wisata di Desa Kandolo yang sebelumnya sudah memiliki destinasi wisata sawah dan embung.
Lokasi wisata ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti homestay, gazebo, kantor Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan gerai UMKM yang pembangunannya mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata.
Sebelumnya sempat ada rencana ambisius untuk membangun kolam renang di area wisata tersebut namun gagal terealisasi dengan baik karena kontraktor yang menangani proyek bermasalah.
Selain Rainbow Slide, di area wisata juga terdapat landmark bertuliskan "I Love Kandolo" yang dibangun di atas bukit untuk spot foto pengunjung. Dukungan dari Dinas Pariwisata cukup signifikan dengan membangunkan kantor Pokdarwis dan gerai untuk produk UMKM lokal. (Adv)



