Banner ADV

Umkm Desa Kandolo Tembus Pasar Nasional, Produk Gula Aren Masuk Marketplace

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Desa (Kades) Kandolo, Alimuddin
Kepala Desa (Kades) Kandolo, Alimuddin

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Umkm Desa Kandolo Tembus Pasar Nasional, Produk Gula Aren Masuk Marketplace

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Desa (Kades) Kandolo, Alimuddin
Kepala Desa (Kades) Kandolo, Alimuddin

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Umkm Desa Kandolo Tembus Pasar Nasional, Produk Gula Aren Masuk Marketplace

Kepala Desa (Kades) Kandolo, Alimuddin

Reporter: Siswandi | Editor: Bunyamin

SANGATTA - Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim) yang berbasis turunan gula aren telah berhasil menembus pasar nasional. 

Berbagai produk olahan aren dari desa di Kecamatan Sangatta Utara ini sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan telah masuk ke platform marketplace atau e-commerce.

Kepala Desa (Kades) Kandolo, Alimuddin menyampaikan kebanggaannya bahwa desanya dikenal dengan potensi aren atau enau yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi. 

Pemerintah desa (pemdes) secara aktif membina dan mendampingi para pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan pemasaran produk.

"Sebagaimana dikenalkan dulu dengan potensi aren enjanya, kita punya banyak UMKM di sini yang kita bina. Produk-produknya itu sudah bukan Sangatta saja tapi sudah nasional. Sudah masuk di marketplace juga," ungkapnya dengan bangga.

Produk-produk UMKM yang dikembangkan di Desa Kandolo sangat beragam dengan bahan baku utama gula aren. 
Di antaranya adalah gula semut, jahe merah olahan, amplang khas kalimantan dan berbagai produk turunan gula aren lainnya yang terus berinovasi mengikuti selera pasar.

Pengembangan UMKM berbasis aren ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru. 

Bahkan untuk mendukung pemasaran, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim telah membangunkan gerai UMKM khusus di kawasan wisata desa untuk memudahkan promosi dan penjualan produk lokal kepada pengunjung.

Selain pengembangan UMKM, Desa Kandolo juga fokus mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), terutama di sektor pengelolaan air bersih melalui PDAM desa yang kini sudah dinikmati oleh sekitar 75 persen masyarakat.

"Kalau saat ini yang paling kelihatan kita itu di BUMDes. BUMDes sudah hampir 75 persen sudah dinikmati airnya oleh masyarakat, terutama di bidang PDAM. Jadi kami punya PDAM sendiri," tambah Alimuddin.

Keberhasilan UMKM Desa Kandolo menembus pasar nasional menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat dan produk berkualitas, desa dapat bersaing di pasar yang lebih luas. 

Produk-produk ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi pelaku usaha, tetapi juga mengangkat nama Desa Kandolo di kancah nasional sebagai penghasil produk turunan gula aren berkualitas. (Adv)