Banner ADV

Program Dedikasi Pertanian Kukar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Program Dedikasi Pertanian Kukar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Program Dedikasi Pertanian Kukar

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik

TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sektor pertanian melalui pelaksanaan Program Dedikasi Misi 5, salah satunya Program 100 Miliar bagi Kawasan Perdesaan Idaman Terbaik.

Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan kawasan pertanian produktif dengan target pengendalian dan pemanfaatan lahan seluas 5.263 Hektare hingga 2030.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik menjelaskan, program ini merupakan bagian dari misi pembangunan daerah untuk menjadikan Kujar sebagai pusat pangan dan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

“Dalam misi kedua, yaitu Terbaik dalam pembangunan pertanian, pariwisata dan sektor lainnya untuk mewujudkan ekonomi hijau non-ekstraktif, sudah diamanatkan berbagai program dedikasi dan non-dedikasi,” jelas Taufik.

Menurutnya, berbagai program dedikasi tersebut telah diatur melalui regulasi Kementerian Dalam Negeri dan menjadi acuan pelaksanaan di tingkat daerah.

Beberapa program unggulan yang telah dijalankan antara lain Petani, Peternak dan Nelayan Tangguh, Kawasan Ekonomi Sejahtera, serta Kredit Kukar Idaman.

Ketiganya menjadi fokus utama dalam misi penguatan sektor pertanian dan peternakan di Kukar.

Taufik menambahkan, transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif ke non-ekstraktif menjadi arah strategis Pemkab Kukar.

Pengembangan pertanian dalam arti luas mencakup tanaman pangan, hortikultura dan peternakan diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.

“Misalnya dalam bidang tanaman pangan, strategi diarahkan pada peningkatan produksi dan produktivitas padi serta jagung. Dengan meningkatnya produktivitas, maka hasil pertanian juga akan meningkat dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan PDRB daerah,” ujarnya.

Secara nasional, sektor pertanian kini menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dan mulai menggeser dominasi sektor lain.

Namun di Kukar, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB, sementara pertanian baru berkontribusi sekitar 14 persen.

“Untuk menuju ekonomi hijau, kontribusi pertanian diharapkan dapat meningkat dari 14 persen menjadi 20 hingga 21 persen secara bertahap,” terang Taufik.

Melalui rencana strategis (Renstra) Distanak Kukar, arah kebijakan pembangunan pertanian difokuskan pada peningkatan daya saing sektor pertanian melalui penguatan produktivitas, peningkatan nilai tambah dan hilirisasi hasil pertanian.

Program dan kegiatan yang dijalankan telah disusun sesuai dengan RPJMD Kukar, serta menyesuaikan dengan pedoman Permendagri.

Program dedikasi seperti Petani, Peternak dan Nelayan Tangguh juga diintegrasikan ke dalam program peningkatan sarana dan prasarana pertanian, serta penyuluhan pertanian.

“Harapannya, seluruh program ini dapat mendukung transformasi ekonomi Kukar menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan,” pungkas Taufik. (Adv)