Permudah Akses Wisatawan, Wisata Berau Kini Hadir di Dua Aplikasi Liburan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala dinas pariwisata Berau menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disbudpar Berau dan SmarID Malang. (Foto: Istimewa)
Kepala dinas pariwisata Berau menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disbudpar Berau dan SmarID Malang. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Permudah Akses Wisatawan, Wisata Berau Kini Hadir di Dua Aplikasi Liburan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala dinas pariwisata Berau menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disbudpar Berau dan SmarID Malang. (Foto: Istimewa)
Kepala dinas pariwisata Berau menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disbudpar Berau dan SmarID Malang. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Permudah Akses Wisatawan, Wisata Berau Kini Hadir di Dua Aplikasi Liburan

Kepala dinas pariwisata Berau menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disbudpar Berau dan SmarID Malang. (Foto: Istimewa)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin

TANJUNG REDEB - Upaya memperluas pasar pariwisata terus dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau.

Tak lagi mengandalkan promosi konvensional, Disbudpar kini mulai membawa potensi wisata daerah masuk ke etalase digital nasional melalui pemanfaatan platform e-commerce pariwisata.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disbudpar Berau dan SmarID Malang.

Kerja sama ini difokuskan pada integrasi promosi dan penjualan paket wisata Berau secara daring melalui berbagai aplikasi perjalanan populer, seperti Traveloka dan Tiket.com.

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menyebut kerja sama ini menjadi lompatan penting dalam transformasi pemasaran pariwisata daerah.

Melalui sistem digital yang terintegrasi, wisata Berau tidak hanya diperkenalkan, tetapi juga dapat langsung diakses dan dibeli oleh calon wisatawan dari berbagai daerah.

“E-commerce menjadi sarana strategis untuk menjual wisata Berau secara lebih luas, cepat dan efisien. Ini bukan sekadar promosi, tapi membuka akses langsung antara destinasi dan wisatawan,” ujarnya.

Untuk memperkuat implementasi kerja sama tersebut, Disbudpar turut menggandeng pelaku industri pariwisata lokal, seperti ASITA dan PHRI Berau. 

Kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan paket wisata ke 10 destinasi unggulan yang siap dipasarkan secara digital.

Destinasi tersebut mencakup wisata bahari kelas dunia seperti Pulau Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki hingga wisata alam dan budaya di daratan, antara lain Danau Labuan Cermin, Air Panas Biatan, Gua Haji Mangku, Gua Mulut Besar, serta Kampung Merasa dan Merabu yang dikenal dengan tradisi serta bentang alam karstnya.

Dengan masuknya wisata Berau ke platform digital nasional, diharapkan daya saing destinasi semakin meningkat, sekaligus memberi kemudahan bagi wisatawan dalam merencanakan perjalanan secara praktis dan berkelanjutan.