Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Bukit Steling bisa menjadi salah satu alternatif liburan bagi masyarakat Samarinda dan sekitarnya.
Destinasi wisata alam ini berada di kawasan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir yang menawarkan suasana hijau dan menyejukkan mata.
Hamparan rumput hijau yang membentang di kawasan bukit berpadu dengan pemandangan Sungai Mahakam dari ketinggian.
Saat sore hari, pengunjung juga dapat menikmati panorama matahari terbenam yang kerap menjadi daya tarik utama Bukit Steling.
Untuk menikmati keindahan tersebut, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp5 ribu per orang sebagai tiket masuk. Harga yang terjangkau ini menjadikan Bukit Steling cukup diminati, terutama oleh kalangan anak muda dan keluarga.
Namun, fasilitas penunjang di kawasan wisata ini masih terbatas. Hingga kini belum tersedia area parkir khusus, pengelola masih memanfaatkan lahan pekarangan milik warga sekitar, serta bahu jalan sebagai lokasi parkir kendaraan.
Tarif parkir kendaraan roda dua pada hari biasa dipatok sebesar Rp5 ribu. Sementara saat akhir pekan, tarif parkir naik menjadi Rp10 ribu per kendaraan, seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
Salah satu pengunjung, Ayu, menilai Bukit Steling memiliki potensi sebagai destinasi wisata alam yang nyaman. “Menurut saya sebagai destinasi wisata itu bagus, tempatnya nyaman juga,” kata Ayu.
Namun, Ayu menyoroti minimnya penerangan di jalur menuju puncak bukit, terutama pada malam hari. Ia berharap lampu penerangan dapat ditambah di beberapa titik yang dinilai rawan.
“Kalau malam penerangannya masih kurang. Cukup mengkhawatirkan karena ada beberapa titik gelap, takutnya orang bisa jatuh ke jurang,” tuturnya.
Meski memiliki sejumlah kekurangan, menurutnya Bukit Steling tetap menjadi pilihan wisata murah meriah dengan suguhan panorama alam yang memanjakan mata, khususnya bagi warga yang ingin melepas penat tanpa harus pergi jauh dari pusat kota.


