Destinasi Wisata Berau Diserbu Wisatawan, Hampir Seribu Orang Sehari Menyeberang ke Derawan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Suasana antrean wisatawan di Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Berau. (Foto: Istimewa)
Suasana antrean wisatawan di Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Berau. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Destinasi Wisata Berau Diserbu Wisatawan, Hampir Seribu Orang Sehari Menyeberang ke Derawan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Suasana antrean wisatawan di Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Berau. (Foto: Istimewa)
Suasana antrean wisatawan di Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Berau. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Destinasi Wisata Berau Diserbu Wisatawan, Hampir Seribu Orang Sehari Menyeberang ke Derawan

Suasana antrean wisatawan di Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Berau. (Foto: Istimewa)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Arus wisatawan menuju Pulau Derawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 menjadi momentum penting bagi pengelola transportasi laut di Kabupaten Berau untuk menguji kesiapan layanan penyeberangan. 

Selama periode 20-30 Desember 2025, ribuan pelancong memadati Dermaga Sidayang Tanjung Batu sebagai pintu utama menuju destinasi wisata unggulan tersebut.

Berdasarkan data UPTD Dermaga Sidayang Tanjung Batu, tercatat sebanyak 4.451 wisatawan menyeberang ke Pulau Derawan dalam kurun waktu tersebut. 

Lonjakan tertinggi terjadi pada 25 Desember 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 958 orang hanya dalam satu hari.

Kepala UPTD Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Suprapto, menyebut peningkatan kunjungan ini telah diantisipasi sejak awal masa libur.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoperasikan jetty utama lebih awal dari biasanya.

Dermaga yang umumnya hanya difungsikan dalam kondisi darurat itu mulai digunakan sejak 24 Desember 2025 guna mengurai kepadatan penumpang.

“Untuk armada speedboat reguler, seluruhnya beroperasi dan masih dalam kondisi aman untuk melayani penyeberangan wisatawan,” ujarnya.

Wisatawan yang berkunjung tidak hanya berasal dari wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), tetapi juga datang dari berbagai daerah di luar pulau, seperti Jakarta dan Surabaya, serta provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara.

Memasuki 30 Desember hingga menjelang pergantian tahun, arus penyeberangan mulai melandai.

Penurunan ini dipengaruhi oleh pilihan sebagian besar wisatawan yang menetap di Pulau Derawan untuk merayakan malam pergantian tahun.

Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Berau, sekaligus catatan penting bagi peningkatan pengelolaan transportasi laut dalam menghadapi musim liburan dengan intensitas kunjungan tinggi.