Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Sebanyak 105 pedagang ambil bagian dalam Pasar Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di kawasan Tangga Arung Square (TAS), tepatnya di halaman parkir Tenggarong Heritage Square.
Beragam menu takjil, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat, disajikan untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa masyarakat Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya.
Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso, menyebutkan jumlah pedagang yang terdata di kecamatan mencapai 105 orang. Mereka merupakan gabungan dari para penjual yang sebelumnya tersebar di berbagai titik di wilayah Tenggarong.
“Untuk data yang tercatat di kecamatan, jumlah pedagang ada sebanyak 105 orang. Mereka menjual berbagai menu, mulai dari takjil, makanan ringan, hingga makanan berat. Menu yang disajikan juga sudah disesuaikan dengan standar makanan berbuka puasa,” ujarnya.
Menurutnya, pemusatan lokasi Pasar Ramadan bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja kebutuhan berbuka. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat Ramadan akibat pedagang yang berjualan di banyak titik.
“Biasanya saat Ramadan penjualan takjil tersebar dan sering menimbulkan kemacetan. Dengan dipusatkan di satu lokasi, arus lalu lintas bisa lebih terkendali,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, pemusatan Pasar Ramadan di kawasan Tenggarong Heritage Square memberi dampak positif terhadap geliat ekonomi di sekitarnya. Kawasan tersebut menjadi lebih hidup dan ramai dikunjungi masyarakat.
“Harapannya masyarakat yang mungkin sebelumnya belum tertarik datang, jadi ikut berkunjung. Dampaknya bisa meluas, bukan hanya membeli takjil, tapi juga kebutuhan lain seperti pakaian atau perlengkapan ibadah,” tambahnya.
Terkait biaya sewa, Kasi Trantib Kecamatan Tenggarong, Aji Sultan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat terakhir, pedagang yang berada di bawah koordinasi kecamatan dikenakan biaya sewa sebesar Rp1,2 juta per lapak selama Ramadan.
“Angka ini merupakan hasil kesepakatan terakhir dalam rapat bersama. Sempat ada perubahan dalam pembahasan sebelumnya, namun akhirnya disepakati kembali di angka Rp1,2 juta untuk 105 pedagang yang terdata di kecamatan,” jelasnya.
Adapun untuk pedagang yang mendaftar langsung melalui pengelola kawasan, kemungkinan terdapat ketentuan berbeda terkait biaya sewa.
Mengenai lokasi Pasar Ramadan yang sebelumnya sempat berpindah-pindah, Syukur menyebutkan bahwa ke depan pelaksanaannya akan terus dievaluasi. Namun untuk saat ini, Pasar Ramadan direncanakan tetap digelar di Tenggarong Heritage Square karena dinilai sangat mendukung dari sisi akses, parkir, dan pengendalian arus lalu lintas.
“Selain itu, dari sisi pemerintah daerah juga ada manfaat karena retribusi parkir di kawasan tersebut bisa masuk ke pendapatan daerah. Harapannya, Pasar Ramadan ini benar-benar memberikan manfaat bagi pedagang, masyarakat, dan pemerintah daerah,” pungkasnya.


