Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Memasuki hari kedua puasa Ramadan 1447 Hijriah, keberkahan mulai dirasakan para petugas kebersihan jalanan atau yang akrab disebut pasukan oranye di kawasan Tugu Pemuda, Jalan ARS Moh, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, Jumat (20/2/2026).
Di sela aktivitas menyapu jalan sejak pagi, sebuah mobil yang melintas tampak memperlambat laju dan membunyikan klakson.
Isyarat itu menjadi panggilan bagi para pasukan oranye untuk mendekat.
Tanpa banyak kata, pemilik mobil menyerahkan bantuan berupa mie instan kepada petugas kebersihan yang sedang bertugas.
Salah satu pasukan oranye, Wamale, mengaku menerima empat bungkus mie instan dari warga dermawan tersebut.
Menurutnya, aksi berbagi seperti itu kerap terjadi, terlebih saat Ramadan.
"Kadang ada yang kasih banyak, kadang sedikit juga. Nggak tentu, tergantung yang memberi," ucap Wamale.
Ia menjelaskan, selama Ramadan pola kerja mereka tidak berubah.
Wamale bersama rekan-rekannya mulai bekerja sejak pukul 05.30 WITA dan menyapu area tugas mulai pukul 06.00 WITA hingga sekitar pukul 12.00 WITA setiap hari, tanpa mengenal hari libur.
"Kalau sudah sampai lokasi, langsung sapu saja daripada duduk-duduk. Selesai sapu pagi, jam 10.00 WITA biasanya kita ulang lagi. Kalau sudah bersih ya duduk sebentar, tapi kalau ada sampah lagi kita berdiri lagi sampai siang," jelasnya.
Selama Ramadan, jenis sampah yang paling sering ditemukan adalah sisa makanan berbuka puasa yang dibuang sembarangan di pinggir jalan.
Namun, kata dia, volume sampah tidak selalu meningkat, tergantung kondisi cuaca.
"Kalau ada angin atau hujan, dari jam 05.30 WITA bisa sampai jam 10.00 WITA baru selesai tanpa istirahat. Tapi kalau cuaca tenang, sampah juga sedikit, jadi cepat selesai," katanya.
Ia menambahkan, sampah paling sulit dibersihkan adalah daun-daun yang berguguran, terutama saat hujan karena lengket di jalan.
Selain itu, saat banjir, sampah dari parit kerap meluap ke jalan dan membuat pekerjaan menjadi lebih berat.
"Kalau banjir, isi parit keluar semua. Itu capek lagi, karena sampahnya besar-besar. Kita kumpulkan di plastik besar, lalu taruh di trotoar menunggu mobil pengangkut datang,' ungkapnya.
Wamale sendiri bertugas menyapu ruas jalan dari kawasan Taman Bekapai hingga sekitar SMP Negeri 12 di area Tugu Pemuda.
Di bulan suci ini, ia hanya berharap kesehatan agar tetap bisa menjalankan tugas dengan baik.
"Harapan di Ramadan ini, semoga selalu sehat saja," pungkasnya.


