Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Aktivitas pedagang buah di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) meningkat signifikan selama Ramadan.
Sejak awal Ramadan, permintaan masyarakat terhadap buah segar untuk kebutuhan berbuka mendorong kenaikan penjualan di sejumlah kios.
Kondisi tersebut terlihat di Kios Sejati Buah milik Mikko yang berlokasi di Jalan Danau Aji, Tenggarong.
Memasuki sore hari, jumlah pembeli cenderung lebih ramai dibandingkan hari biasa.
Mikko mengatakan buah yang paling banyak dicari selama Ramadan adalah semangka, mangga, alpukat dan buah naga. “Buah-buah yang biasanya untuk es,” ujarnya. Senin (23/2/2026)
Menurutnya, semangka menjadi komoditas paling laris setiap bulan puasa. Melon dan buah naga juga mengalami peningkatan permintaan yang cukup tinggi hingga mendekati Idulfitri.
Seiring meningkatnya permintaan, sejumlah buah mengalami kenaikan harga, meski tidak terlalu signifikan. Anggur, alpukat, dan buah naga termasuk yang mengalami penyesuaian harga.
“Memang rata-rata kalau Ramadan buah naik. Tapi tidak sampai melonjak jauh,” kata Mikko.
Ia mencontohkan, harga semangka yang biasanya sekitar Rp10 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp12 ribu. Sementara buah naga dari kisaran Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut masih tergolong wajar dan mengikuti pola musiman setiap Ramadan.
Untuk pasokan semangka, Mikko mengaku mengambil dari daerah Kota Bangun dan Tanah Merah. Selama distribusi lancar, stok relatif aman meski permintaan meningkat.
Perbedaan lain antara Ramadan dan hari biasa adalah ketersediaan kurma. Menurut Mikko, selama bulan puasa stok kurma dibuat lebih lengkap dibandingkan hari biasa. Harga kurma bervariasi mulai dari Rp33 ribu per kilogram.
Kini, stok yang tersedia sebagian besar jenis ajwa, sementara kurma jenis mejol dengan harga sekitar Rp300 ribu per kilogram masih dalam proses pengiriman.
Tapi ada komoditas yang tidak tersedia, seperti pepaya. Mikko mengaku pepaya bukan barang prioritas di kiosnya dan biasanya hanya sebagai pelengkap.
Pasokan pun bergantung pada pemasok yang mengantar dalam jumlah terbatas. “Pepaya itu kadang jualan, kadang tidak. Karena memang diantar saja dan tidak banyak. Sekarang kosong, mungkin lagi gagal panen,” ujarnya.
Dari sisi penjualan, Mikko memastikan terjadi peningkatan dibandingkan bulan biasa. Namun faktor cuaca juga memengaruhi jumlah pembeli.
“Pasti lebih ramai bulan puasa, asal tidak hujan. Kalau hujan, ya sama saja,” katanya.
Secara umum, peningkatan konsumsi buah selama Ramadan didominasi kebutuhan untuk es buah dan jus sebagai menu berbuka. Kondisi tersebut membuat Ramadan menjadi momentum peningkatan omzet bagi pedagang buah di Tenggarong.


