Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Aktivitas penjualan bunga ziarah kubur di Tenggarong mulai menunjukkan peningkatan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Salah satu pedagang, Ibu Rowana, mengaku jumlah pembeli mulai bertambah meski belum mencapai puncaknya.
Tradisi ziarah kubur masih menjadi kebiasaan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri. Baik sepekan sebelum Lebaran maupun setelah melaksanakan Salat Id, warga biasanya berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga untuk mendoakan sanak saudara yang telah meninggal dunia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai momen kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi waktu untuk mengingat kematian serta mempererat hubungan keluarga, termasuk dengan anggota keluarga yang telah tiada.
Rowana, yang telah berjualan sejak 2015 dan tinggal di kawasan sekitar lokasi pemakaman, sehari-hari menjajakan bunga ziarah di area Makam Diraja Kelambu Kuning, Tenggarong.
Ia mengatakan, saat ini jumlah pembeli berkisar antara 10 hingga 20 orang per hari. Setiap paket bunga ziarah dijual dengan harga sekitar Rp5.000.
“Sekarang lumayan, tapi belum terlalu ramai. Biasanya menjelang Lebaran baru ramai,” ujarnya. Rabu (18/3/2026)
Menurutnya, lonjakan pembeli umumnya terjadi mendekati Idulfitri dan juga menjelang bulan puasa. Pada momen tersebut, ia bisa mengahabiskan bunga dari 30 hingga 40 bungkus perhari. Bahkan bisa mencapai sekitar 50 bungkus.
Rowana menuturkan, masa berjualan biasanya berlangsung hingga setelah Lebaran, meski tidak memiliki durasi pasti. Dalam kondisi tertentu, ia bisa berjualan sekitar empat hari, namun terkadang lebih lama tergantung jumlah peziarah yang datang.
Untuk pasokan bunga, Rowana mengaku tidak menanam sendiri, melainkan membeli dari pemasok lokal di sekitar Tenggarong.
“Bunganya beli dari orang sini juga,” katanya.
Ia berharap, menjelang Idulfitri tahun ini jumlah pembeli terus meningkat sehingga dapat menambah penghasilan dari penjualan bunga ziarah.


