Banyak Jabatan Eselon II Kosong, Andi Harun Prioritaskan Manajemen Talenta untuk Seleksi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi pelantikan Pejabat Eselon III. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi pelantikan Pejabat Eselon III. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banyak Jabatan Eselon II Kosong, Andi Harun Prioritaskan Manajemen Talenta untuk Seleksi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi pelantikan Pejabat Eselon III. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi pelantikan Pejabat Eselon III. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banyak Jabatan Eselon II Kosong, Andi Harun Prioritaskan Manajemen Talenta untuk Seleksi 

Ilustrasi pelantikan Pejabat Eselon III. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin

SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersiap mengisi sejumlah jabatan strategis yang kini masih kosong dengan mengedepankan sistem merit berbasis manajemen talenta. 

Sebagaimana diketahui saat ini sejumlah jabatan strategis eselon II di lingkungan Pemkot Samarinda masih kosong, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Bapperida, Kepala Disperkim, Kepala Dinas PUPR, Kepala Disdikbud, Inspektur, Sekretaris Dewan (Sekwan), hingga Asisten I dan Staf Ahli bidang SDM.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan, pendekatan ini menjadi prioritas dalam memastikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Di Kalimantan Timur (Kaltim), kita yang memulai menerapkan manajemen talenta pada jabatan Sekda. Ke depan, pengisian jabatan akan kita dorong melalui mekanisme ini,” kata Andi Harun.

Ia menyebut dalam waktu dekat Pemkot akan melakukan pengisian jabatan yang kosong, seiring adanya beberapa kepala dinas yang belum terisi.

Terdapat dua skema yang dapat dilakukan, yakni pergeseran pejabat dari satu posisi ke posisi lain atau melalui sistem manajemen talenta.

Namun demikian, opsi lain seperti mekanisme seleksi terbuka tetap dimungkinkan jika belum ada ASN yang memenuhi kualifikasi dalam pemetaan manajemen talenta, khususnya pada nine box dalam manajemen talenta. 

“Kalau dalam penilaian kita seseorang cocok, tapi kualifikasinya belum terpenuhi, masih memungkinkan dilakukan seleksi terbuka. Tapi prioritas utama tetap manajemen talenta,” tegasnya.

Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Kota Samarinda, Maradona Abdullah menjelaskan, seluruh ASN wajib mengikuti uji kompetensi secara berkala sebagai bagian dari sistem manajemen talenta.

“Asesmen ini sudah dilakukan untuk semua pegawai, mulai dari staf hingga pejabat eselon. Ada tesnya, dan itu menjadi dasar sebelum masuk ke sistem manajemen talenta,” jelas Maradona.

Ia menambahkan, uji kompetensi dilaksanakan setiap dua tahun sekali guna memastikan data kompetensi ASN tetap mutakhir.

Prosesnya pun relatif singkat, hanya berlangsung sekitar satu hari dengan metode tes yang menyerupai seleksi ASN pada umumnya.

Hasil asesmen tersebut kemudian diolah dalam sistem nine box melalui aplikasi SIMATA milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam sistem ini, ASN dipetakan berdasarkan kompetensi, potensi dan kinerja, mulai dari kategori terendah (box 1) hingga tertinggi (box 9).

Maradona menegaskan, sistem ini bersifat objektif dan terintegrasi, sehingga meminimalkan intervensi dalam proses penilaian.

Selain itu, nine box juga berfungsi sebagai alat kalibrasi untuk memastikan kesesuaian antara kompetensi ASN dan kebutuhan jabatan.

Pengisian jabatan tersebut nantinya akan mengacu pada hasil pemetaan kompetensi melalui sistem manajemen talenta, sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Samarinda dalam memperkuat kualitas birokrasi yang profesional dan berbasis kinerja.

“Box 9 itu adalah ASN terbaik yang sudah terukur dari berbagai indikator, mulai dari kompetensi hingga kinerja. Semua terintegrasi dalam sistem,” pungkasnya. (Adv)