Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - PT Patra Logistik mencatat sekitar 193 ribu kiloliter (KL) Bahan Bakar Minyak (BBM) disalurkan setiap tahun melalui Fuel Terminal Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).
Penyaluran tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor industri di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Direktur Pemasaran dan Operasi PT Patra Logistik, Joko Priyambodo mengungkapkan, distribusi energi di wilayah 3T masih menghadapi tantangan geografis yang cukup besar, terutama karena dominasi jalur perairan serta keterbatasan akses darat.
"Dalam kondisi tersebut, keberadaan infrastruktur distribusi yang andal menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan pasokan energi," ucap Joko dalam keterangan press release, Sabtu (11/4/2026).
Sebagai operator Fuel Terminal Ketapang, PT Patra Logistik memegang peran strategis dalam mendukung kelancaran penyaluran BBM, khususnya untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas seperti Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
Penyaluran BBM melalui terminal ini mencakup 18 SPBU reguler, sekitar 40 SPBU nonreguler dan Pertashop, serta dukungan terhadap sektor industri melalui operasional 73 unit mobil tangki.
Jaringan tersebut memungkinkan distribusi energi menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil. Besarnya volume distribusi menjadikan Fuel Terminal Ketapang sebagai salah satu penggerak aktivitas ekonomi daerah, seiring terjaminnya ketersediaan energi yang berkelanjutan.
Selain itu, PT Patra Logistik juga terus memperkuat ketahanan pasokan dengan kapasitas penyimpanan mencapai 7.200 KL untuk produk Biosolar, Pertalite, dan Pertamax.
Perusahaan juga merencanakan penambahan kapasitas tangki guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan di masa mendatang.
Joko menegaskan, keberadaan Fuel Terminal Ketapang memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran distribusi energi, terutama di wilayah dengan tantangan geografis tinggi.
"Fuel Terminal Ketapang menjadi titik penting dalam memastikan energi dapat terus mengalir hingga ke masyarakat dan sektor industri, termasuk di wilayah dengan tantangan geografis tinggi. Kami memastikan operasional berjalan andal agar distribusi tetap terjaga," katanya.
Dalam operasionalnya, PT Patra Logistik bersinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari ekosistem distribusi energi nasional guna memastikan penyaluran BBM berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Seluruh proses operasional dijalankan dengan mengedepankan prinsip kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE), serta standar operasional tinggi untuk menjamin kegiatan berjalan aman, andal, dan berkelanjutan.
Penguatan peran Fuel Terminal Ketapang ini tidak hanya mendukung kelancaran distribusi energi, tetapi juga memastikan pemerataan akses BBM di wilayah 3T serta berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi daerah dan ketahanan energi nasional.


