Menunggu Keputusan Pemprov, Pemkot Samarinda Berharap Bankeu 2027 Tak Dihapus

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Menunggu Keputusan Pemprov, Pemkot Samarinda Berharap Bankeu 2027 Tak Dihapus

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Menunggu Keputusan Pemprov, Pemkot Samarinda Berharap Bankeu 2027 Tak Dihapus

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu kepastian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terkait wacana penghapusan Bantuan Keuangan (Bankeu) pada 2027 yang belakangan mulai mencuat.

Sekretaris Daerah Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, menyebut hingga saat ini belum ada keputusan final dari pihak provinsi. Pemkot sendiri telah menyampaikan usulan dan kini tinggal menanti hasil akhirnya.

Meski demikian, Pemkot Samarinda berharap skema Bankeu tetap dipertahankan karena selama ini menjadi salah satu sumber pendukung pembangunan di daerah.

“Kita harapkan masih ada untuk pembangunan kota, sebagai penunjang juga,” kata Neneng.

Ia menegaskan, jika ke depan terjadi pengurangan bahkan penghapusan bantuan, Pemkot akan melakukan penyesuaian melalui efisiensi anggaran tanpa mengganggu program prioritas.

Sebagai informasi, alokasi Bankeu dari Pemprov Kaltim untuk Samarinda pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, total bantuan yang diterima mencapai Rp725 miliar sedangkan di tahun ini hanya sekitar Rp311 miliar. 

Meski anggaran menurun, sejumlah sektor tetap menjadi prioritas, seperti penanggulangan banjir melalui pembangunan drainase, penyediaan air bersih, serta pembangunan jalan.

“Prioritas tetap pada penanganan banjir, air bersih, dan jalan,” ungkap Neneng.

Pemkot Samarinda pun berharap dukungan keuangan dari pemerintah provinsi tetap tersedia pada tahun mendatang, meskipun dengan besaran yang lebih terbatas.

“Kita tunggu yang pasti seperti apa. Usulan sudah kita sampaikan, nanti kita lihat keputusan akhirnya dari provinsi,” pungkasnya. (Adv)