Samarinda Masuk Tiga Besar Kota Paling Kompetitif di Luar Jawa Versi BRIN

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tugu pesut yang menjadi salah satu ikon Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Tugu pesut yang menjadi salah satu ikon Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Samarinda Masuk Tiga Besar Kota Paling Kompetitif di Luar Jawa Versi BRIN

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tugu pesut yang menjadi salah satu ikon Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Tugu pesut yang menjadi salah satu ikon Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Samarinda Masuk Tiga Besar Kota Paling Kompetitif di Luar Jawa Versi BRIN

Tugu pesut yang menjadi salah satu ikon Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Kota Samarinda mencatat prestasi membanggakan dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kota Tepian meraih skor 4,32 dan menempati posisi ketiga nasional untuk kategori kota paling maju di luar Pulau Jawa.

Posisi tersebut menempatkan Samarinda tepat di bawah Medan dan Banjarmasin. Raihan itu sekaligus menjadikan Samarinda sebagai satu-satunya daerah dari Kalimantan Timur (Kaltim) yang masuk dalam jajaran tiga besar nasional.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah kota (pemkot) dan seluruh elemen masyarakat dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan serta meningkatkan inovasi pelayanan publik.

IDSD sendiri merupakan instrumen yang disusun BRIN untuk mengukur daya saing wilayah sebagai basis data bagi pengambilan kebijakan. Penilaian dilakukan melalui 12 pilar daya saing yang mencakup aspek produktivitas, keberlanjutan, hingga inklusivitas.

“Apresiasi ini adalah hasil dari kerja keras dan kerja serius teman-teman pemkot, didukung semua elemen masyarakat, termasuk upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan inovasi pelayanan publik,” kata Andi Harun.

Menurutnya, hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai upaya pembenahan yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil. Ia menyebut capaian Samarinda bahkan melampaui beberapa daerah lain di Kaltim.

“Ini hasil riset dan penilaian yang sangat objektif. Kita bersyukur bisa masuk tiga besar tingkat nasional dan menjadi salah satu yang terbaik di Kaltim, bahkan melampaui provinsi,” bebernya.

Meski demikian, Andi Harun menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat pemkot cepat berpuas diri. Ia meminta seluruh jajaran tetap realistis terhadap berbagai kekurangan yang masih dihadapi dan terus memperkuat kerja sama lintas sektor.

Ia menilai, salah satu sektor yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah ketahanan pangan. Menurutnya, Samarinda dan Kaltim memiliki sejumlah komoditas unggulan yang dapat diperkuat, seperti pisang, aren, hingga beras gogo yang dinilai cocok dengan kondisi tanah di wilayah tersebut.

“Potensi pangan kita besar dan bisa dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang dikenal luas,” pungkasnya. (Adv)