Wali Kota Minta Dashboard WFH Disempurnakan, Soroti Input Penggunaan BBM

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Tangkapan layar Dashboard WFH Pemkot Samarinda yang juga bisa diakses masyarakat. (Foto: Dashboard-wfh.samarindakota.go.id)
Tangkapan layar Dashboard WFH Pemkot Samarinda yang juga bisa diakses masyarakat. (Foto: Dashboard-wfh.samarindakota.go.id)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wali Kota Minta Dashboard WFH Disempurnakan, Soroti Input Penggunaan BBM

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Tangkapan layar Dashboard WFH Pemkot Samarinda yang juga bisa diakses masyarakat. (Foto: Dashboard-wfh.samarindakota.go.id)
Tangkapan layar Dashboard WFH Pemkot Samarinda yang juga bisa diakses masyarakat. (Foto: Dashboard-wfh.samarindakota.go.id)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wali Kota Minta Dashboard WFH Disempurnakan, Soroti Input Penggunaan BBM

Tangkapan layar Dashboard WFH Pemkot Samarinda yang juga bisa diakses masyarakat. (Foto: Dashboard-wfh.samarindakota.go.id)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Dashboard pengawasan Work From Home (WFH) yang dibuat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah berfungsi di kali pertama kebijakan diterapkan. 

Meski secara teknis sistem telah berfungsi optimal, namun Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberi sejumlah catatan terhadap dashboard pengawasan pegawai setelah memasuki minggu pertama penerapan.

Menurutnya, secara umum sistem sudah berjalan baik, meski masih ditemukan kelemahan dalam input data penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Karena ini dashboard baru, walaupun sosialisasi sudah satu, dua, tiga kali dilakukan, kami melihat masih ada kelemahan di soal input pemakaian BBM,” kata Andi Harun.

Ia menjelaskan, perhitungan efisiensi BBM dilakukan dengan mengacu pada jarak rumah ke kantor pegawai, baik saat berangkat maupun pulang. Misalnya, jika jarak rumah ke kantor sekitar 10 kilometer, maka perjalanan pulang-pergi mencapai 20 kilometer.

Dengan asumsi rata-rata konsumsi satu liter BBM untuk setiap 10 kilometer, maka seorang pegawai diperkirakan menghabiskan sekitar dua liter BBM per hari.

Atas dasar itu, Andi Harun memperkirakan jika rata-rata seribu pegawai menjalani WFH setiap Jumat, maka potensi efisiensi BBM bisa mencapai sekitar 1.800 liter per hari.

“Kalau dikonversi menjadi uang, angkanya kurang lebih sekitar Rp60 juta sampai Rp70 juta,” ungkapnya.

Selain BBM, dashboard juga telah mampu mengukur pengurangan emisi secara otomatis dengan menggunakan standar lembaga yang diakui secara global. Menurutnya, tingkat akurasi penghitungan emisi tersebut cukup tinggi.

Ia menambahkan, pengukuran efisiensi listrik juga sudah mulai berjalan, sementara penghematan penggunaan air masih dalam tahap penyempurnaan.

Andi Harun optimistis jika seluruh komponen efisiensi tersebut dikonversi ke dalam nilai rupiah, maka hasilnya akan cukup signifikan, terutama karena kebijakan WFH diterapkan setiap Jumat atau empat kali dalam sebulan.

“Mudah-mudahan minggu depan kita lihat lagi, nanti dihitung semua konversinya. Bukan hanya BBM, tapi juga listrik, air, dan emisi,” pungkasnya. (Adv)