Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin
TANA PASER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser berikan apresiasi kepada PT Borneo Indah Marjaya (BIM) atas upaya pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) dalam beberapa tahun terakhir.
Pemkab Paser juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang dinilai aktif dan konsisten berkontribusi di lapangan.
Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli mengatakan penghargaan ini menjadi bukti kontribusi perusahaan swasta dalam memperkuat pencegahan kebakaran yang cepat, terpadu dan berkelanjutan di wilayah Bumi Daya Taka.
“Terima kasih kepada seluruh pihak atas sinergi dalam melakukan pencegahan serta kepedulian dalam penanganan bencana,” kata Fahmi, Rabu (22/4/2025).
PT BIM menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan penghargaan atas perannya dalam membina kelompok relawan pemadam kebakaran, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA), serta keterlibatan langsung dalam penanganan kebakaran.
Manajemen PT BIM-PPS, Joko Widodo menyampaikan, kekuatan utama dalam pengendalian kebakaran terletak pada sikap cepat dan tanggap yang disertai dengan kolaborasi berbagai pihak.
Pembinaan masyarakat melalui MPA,juga menjadi tonggak utama pencegahan. Semakin cepat potensi kebakaran diketahui, semakin efektif penanganannya dan mampu meminimalisir dampaknya.
“Komitmen tersebut didukung dengan kesiapan sumber daya dan sarana prasarana,” imbuhnya.
Asisten Sustainability PT BIM-PPS, Anggy Setiawan menambahkan, perusahaan secara konsisten melakukan pelatihan, patroli terpadu, serta penguatan strategi mitigasi berbasis risiko.
Secara berkala dilakukan persiapan personel dan sarana prasarana untuk memastikan tetap siap siaga dengan optimal, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan patroli bersama, khususnya saat musim kemarau.
“Upaya operasional tersebut merupakan bagian dari pendekatan yang lebih menyeluruh dalam sistem pencegahan kebakaran,” ucapnya.
Langkah perseroan dalam mengantisipasi kebakaran merupakan implementasi prinsip-prinsip terbaik yang dijalankan oleh pemegang saham utamanya sebagai fondasi dalam membangun sistem pencegahan yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Pendekatan ini diwujudkan melalui sinergi antara perusahaan, masyarakat dan pemerintah sebagai satu kesatuan sistem yang saling memperkuat.
“Pendekatan tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi dengan masyarakat sekitar, termasuk melalui program edukasi dan pembentukan kelompok MPA,” sambungnya.
Melalui pendekatan ini, pencegahan dan pengendalian kebakaran dilakukan secara terpadu, partisipatif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam menjaga ekosistem serta menekan emisi gas rumah kaca akibat kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai bagian dari implementasi di lapangan, PT BIM telah membina MPA secara terstruktur melalui pembentukan kelembagaan, pemetaan area rawan berdasarkan kondisi lahan seperti vegetasi, jenis tanah,dan topografi.
Kemudian peningkatan kapasitas dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran.
Perseroan juga melaksanakan sosialisasi pengelolaan lahan tanpa bakar, patroli rutin saat musim kemarau, penguatan sarana prasarana hingga pengelolaan tata air pada area rawan kebakaran.
Melalui berbagai inisiatif ini, PT BIM menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia, Perseroan mengedepankan kesiapsiagaan, kolaborasi, serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.
Diketahui, penghargaan tersebut diserahkan Fahmi Fadli kepada Anggy Setiawan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Provinsi Kalimantan Timur bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2026, di Gedung Pendopo Lou Bapekat, Rabu (15/4/2026). (Adv)


