Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Kelancaran distribusi energi kerap luput dari perhatian publik, tapi dampaknya langsung terasa ketika terjadi gangguan.
Kondisi ini menegaskan bahwa logistik energi bukan sekadar aktivitas operasional, melainkan fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat.
Isu tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan Energy Logistics Strategic Forum (ELSF) 2026 yang digelar PT Patra Logistik di PEM Akamigas.
Forum ini menghadirkan lebih dari 200 peserta dan menjadi ruang diskusi antara dunia industri dan akademisi terkait tantangan distribusi energi di Indonesia.
Corporate Secretary PT Patra Logistik, Prakoso Yoga Ferlando menegaskan, keberhasilan distribusi energi terletak pada keandalan sistem yang sering kali tidak terlihat oleh masyarakat.
"Logistik energi adalah soal kepercayaan. Ketika distribusi berjalan andal, masyarakat mungkin tidak menyadarinya. Tapi ketika terganggu, dampaknya langsung terasa pada aktivitas ekonomi," ucap Prakoso dalam keterangan press, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, menjaga distribusi tetap stabil berarti menjaga roda ekonomi tetap berputar, mulai dari transportasi, logistik hingga sektor industri.
Dalam operasionalnya, PT Patra Logistik mengelola lebih dari 1.500 mobil tangki dan mendistribusikan energi ke lebih dari 2.400 titik SPBU, serta ratusan titik distribusi lainnya di seluruh Indonesia.
Perusahaan juga turut mendukung program BBM Satu Harga yang menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, perusahaan memanfaatkan teknologi Road Traffic Controller (RTC) yang memungkinkan pemantauan armada secara real-time.
Teknologi ini dinilai mampu mengantisipasi potensi keterlambatan sekaligus menjaga standar keselamatan dalam distribusi energi.
Di sisi lain, forum ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami langsung praktik di lapangan.
Wakil Direktur II PEM Akamigas, Ayende menyebut kolaborasi dengan industri memberikan pengalaman yang tidak didapatkan di ruang kelas.
"Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami dinamika operasional di lapangan. Ini penting agar mereka siap menghadapi kebutuhan dunia kerja," ujarnya.
Sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia, PT Patra Logistik juga membuka peluang magang bagi mahasiswa.
Langkah ini diharapkan dapat menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri energi yang terus berkembang.
Dengan berbagai upaya tersebut, PT Patra Logistik menegaskan bahwa logistik energi bukan hanya soal distribusi, tetapi juga bagian dari menjaga keandalan pasokan nasional dan keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat.


