Kemarau sebabkan Krisis Air Baku, Volume Air di Embung Bolong Kini Hanya Tersisa 40 Sentimeter

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi terkini Embung Bolong yang tampak mengering. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Kondisi terkini Embung Bolong yang tampak mengering. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kemarau sebabkan Krisis Air Baku, Volume Air di Embung Bolong Kini Hanya Tersisa 40 Sentimeter

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kondisi terkini Embung Bolong yang tampak mengering. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Kondisi terkini Embung Bolong yang tampak mengering. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kemarau sebabkan Krisis Air Baku, Volume Air di Embung Bolong Kini Hanya Tersisa 40 Sentimeter

Kondisi terkini Embung Bolong yang tampak mengering. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Kondisi volume air di Embung Bolong terus mengalami penurunan signifikan. Hingga saat ini, ketinggian air tersisa hanya sekitar 40 sentimeter, sehingga berdampak langsung pada kapasitas produksi dan distribusi air bersih oleh Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan.

Direktur Perumda Tirta Taka, Arpiansyah, mengatakan bahwa penurunan volume air tersebut dipicu oleh minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memaksa perusahaan daerah untuk melakukan langkah antisipatif guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

“Ketinggian air di Embung Bolong saat ini hanya sekitar 40 sentimeter. Ini tentu sangat memengaruhi kemampuan produksi air bersih,” ujar Arpiansyah.

Sebagai upaya penanganan, Perumda Tirta Taka masih menerapkan sistem distribusi air secara bergilir atau zonasi. Namun, seiring dengan semakin terbatasnya pasokan air baku, wilayah pelayanan dalam sistem zonasi tersebut kini diperluas.

“Kami masih memberlakukan sistem zonasi, tetapi cakupan wilayahnya kami tambahkan agar distribusi air tetap merata, meskipun dengan keterbatasan yang ada,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk dapat memahami kondisi tersebut dan menggunakan air secara bijak selama masa krisis air berlangsung. Perumda Tirta Taka, lanjutnya, terus memantau perkembangan kondisi embung serta berupaya mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Penurunan volume air di Embung Bolong ini menjadi perhatian serius, mengingat embung tersebut merupakan salah satu sumber utama penyediaan air bersih bagi warga Nunukan," ucapnya. 

Jika kondisi tidak segera membaik, lanjut Arpiansyah, dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap kebutuhan dasar masyarakat. 

"Kami memohon dukungan juga kepada masyarakat agar dapat menggunakan air secara bijak dan menampung air secukupnya," pungkasnya.