Imbas Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, DLH PPU Terpaksa Kurangi Armada Pengangkut Sampah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
TPS di wilayah RT 09, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
TPS di wilayah RT 09, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Imbas Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, DLH PPU Terpaksa Kurangi Armada Pengangkut Sampah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
TPS di wilayah RT 09, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
TPS di wilayah RT 09, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Imbas Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, DLH PPU Terpaksa Kurangi Armada Pengangkut Sampah 

TPS di wilayah RT 09, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi berdampak terhadap operasional armada pengangkut sampah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Kamaruddin mengatakan, DLH memiliki 16 unit truk pengakut sampah yang melayani pengankutan sampah dari Tempat Pembungan Sementera (TPS) ke Tempat Pembuangan AKhir (TPA) Buluminung. 

Sebelum kenaikan harga BBM non subsidi, DLH mengoperasikan 16 unit truk sampah setiap hari untuk melayani pengangkutan sampah di setiap kecamatan.

Setelah harga BBM non subsidi mengalami kenaikan, DLH terpaksa mengurangi truk sampah yang beroperasi setiap hari. 

“Per tanggal 20 April 2026, truk pengakut sampah yang dioperasikan hanya 12 unit. Jadi, ada empat unit yang diistirahatkan,” kata kamaruddin, Senin (27/4/2026). 

Pengurangan armada pengangkut sampah yang beroperasi setiap hari dilakukan sebagai bagian dari efisiensi anggaran. Karena seluruh truk pengangkut sampah milik DLH PPU menggunakan BBM non subsidi jenis Dexlite yang saat ini harganya mencapai Rp23.600 per liter. 

“Armada pengangkut sampah yang beroperasi dikurangi agar anggaran operasional mencukupi hingga akhir tahun 2026,” ujarnya. 

Meskipun empat unit armada pengangkut sampah yang diistirahatkan, kata Kamaruddin, layanan pengangkutan sampah di Benuo Taka tetap berjalan lancar. Karena, DLH PPU mengoptimalkan motor tiga roda untuk angkutan sampah dari TPS ke TPA Buluminung. 

“Kami maksimalkan motor tiga roda, karena hanya menggunakan BBM jenis Pertamax,” pungkasnya.