Banner ADV

Tingginya Angka Kecelakaan di Berau, DPRD Desak Tambah Ambulans dan Perbaikan Rawan Rusak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Ketua ll DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wakil Ketua ll DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Tingginya Angka Kecelakaan di Berau, DPRD Desak Tambah Ambulans dan Perbaikan Rawan Rusak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Ketua ll DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wakil Ketua ll DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Tingginya Angka Kecelakaan di Berau, DPRD Desak Tambah Ambulans dan Perbaikan Rawan Rusak

Wakil Ketua ll DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi.

Ia menilai kondisi tersebut harus segera direspons melalui peningkatan layanan darurat medis serta pembenahan infrastruktur jalan yang dinilai rawan kecelakaan.

Menurut Sumadi, keberadaan layanan Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118 sangat penting, terutama untuk memberikan penanganan cepat kepada korban kecelakaan sebelum tiba di rumah sakit. Terlebih, masih banyak wilayah di Berau yang lokasinya cukup jauh dari pusat layanan kesehatan.

“Korban kecelakaan membutuhkan pertolongan secepat mungkin, sehingga layanan ambulans seperti AGD 118 harus diperkuat agar bisa menjangkau masyarakat secara maksimal,” ujarnya.

Ia mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap ambulans saat ini terus meningkat. Tapi jumlah armada yang tersedia dinilai masih terbatas, sehingga belum mampu memenuhi seluruh permintaan layanan darurat di berbagai kecamatan.

Untuk itu, Sumadi meminta pemerintah daerah segera menambah jumlah ambulans, termasuk armada AGD 118, agar penanganan pasien darurat dapat dilakukan lebih cepat dan merata.

Selain persoalan layanan kesehatan, Sumadi juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan yang dinilai menjadi penyebab tingginya risiko kecelakaan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah jalur Kelay.

Menurutnya, ruas jalan di kawasan tersebut terlalu sempit dan perlu segera dilakukan pelebaran. Ia menilai lahan di sisi kanan dan kiri jalan masih memungkinkan untuk mendukung pengembangan akses jalan yang lebih aman.

“Kalau memungkinkan, jalur kendaraan roda dua dan roda empat dipisahkan. Itu akan jauh lebih aman dan bisa mengurangi potensi kecelakaan,” katanya.

Ia menegaskan, penambahan armada ambulans serta perbaikan jalan harus menjadi prioritas pemerintah dalam pembahasan anggaran tahun ini maupun tahun depan. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus ditempatkan sebagai kebutuhan utama. (Adv)