Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Persoalan pengelolaan sampah di Kelurahan Graha Indah menjadi sorotan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara.
Syarifuddin Oddang menyebut keterbatasan sarana angkutan sampah menjadi penyebab utama munculnya berbagai persoalan lingkungan di wilayah tersebut.
Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi kendala dalam menjangkau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) akibat jarak yang cukup jauh dari permukiman.
Kondisi ini diperparah dengan tidak tersedianya alat angkut seperti gerobak atau kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah dari lingkungan warga ke TPS.
"Persoalannya sekarang kita ini adalah alat angkut. Seperti gerobak, motor, dan sebagainya, itu yang perlu difasilitasi karena jangkauan dari satu RT ke TPS cukup jauh," ucap Oddang yang juga anggota Komisi III, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya sejumlah TPS yang berada dekat dengan permukiman telah ditutup sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kota.
Namun, kebijakan tersebut tidak diimbangi dengan penyediaan fasilitas pendukung, sehingga menyulitkan warga dalam membuang sampah.
Akibatnya, kata dia, muncul perilaku membuang sampah sembarangan yang tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir.
"Balikpapan ini kan dikenal sebagai kota bersih. Tapi kalau fasilitasnya tidak memadai, masyarakat juga kesulitan untuk menjaga itu," tegasnya.
Di Kelurahan Graha Indah sendiri terdapat sekitar 72 RT dengan kondisi sebaran permukiman yang cukup luas.
Oddang menilai kebutuhan alat angkut sampah harus dihitung secara teknis berdasarkan jumlah penduduk serta jarak tempuh menuju TPS.
"Bisa saja satu unit motor mengcover tiga sampai empat RT, tapi itu harus dilihat langsung di lapangan. Jangan sampai kebutuhannya lebih, tapi fasilitasnya kurang," jelasnya.
Ia juga menyoroti perlunya kejelasan kewenangan antarinstansi dalam penanganan persoalan ini, apakah berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim).
Menurutnya, koordinasi yang jelas sangat diperlukan agar solusi dapat segera direalisasikan.
Oddang menegaskan, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disperkim.
DPRD Balikpapan, kata dia, mendorong agar pemerintah segera turun ke lapangan untuk memetakan kebutuhan riil masyarakat.
"Kami ini menyampaikan kondisi di lapangan. Solusinya jelas, perlu difasilitasi alat angkut. Tinggal bagaimana teknisnya dirumuskan bersama dengan instansi terkait," pungkasnya. (Adv)



