Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Permasalahan infrastruktur gedung di RSUD Beriman Balikpapan menjadi sorotan DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Balikpapan 2025.
Tak hanya soal pelayanan medis, kondisi fisik rumah sakit seperti sistem pendingin ruangan (AC), instalasi listrik, hingga jaringan pipa (plumbing) dinilai perlu perhatian serius.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung secara khusus menyoroti kondisi Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) di rumah sakit tersebut.
Ia mempertanyakan kesiapan dan kondisi jaringan utilitas, terutama plumbing yang dinilai krusial dalam operasional layanan kesehatan.
"Oke, fisik dari rumah sakitnya ya, Pak Dokter. Yang ingin saya tanyakan bagaimana MEP-nya, terutama di jaringan plumbing. Tadi 'kan pipa sempat disinggung, nah yang existing di rumah sakit itu bagaimana kabarnya?" ujar Wahyullah dalam rapat yang digelar di ruang rapat gabungan DPRD Balikpapan, Senin (27/4/2026).
Ia menekankan bahwa persoalan infrastruktur tidak bisa dianggap sepele, karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan pasien dan tenaga kesehatan, termasuk keluhan terkait AC yang tidak berfungsi optimal.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama RSUD Beriman Balikpapan, Ifransyah Fuadi, mengakui bahwa sejumlah persoalan teknis memang terjadi dan menjadi tantangan dalam pengelolaan gedung rumah sakit yang telah beroperasi cukup lama.
"Iya, jadi pertama, kerusakan itu salah satunya karena listrik di sana tidak terdistribusi dengan bagus. Jadi, beberapa alat dengan daya besar tapi ditambah listrik yang kecil. Ini masalah listrik sebenarnya," jelas dr Ifransyah.
Ia juga mengungkapkan bahwa instalasi listrik yang tidak sesuai peruntukan turut memengaruhi kinerja fasilitas lain, termasuk AC.
Bahkan dalam beberapa kasus, sambungan listrik AC masih tergabung dengan jaringan lampu, sehingga menyebabkan beban berlebih.
"Kami buka AC juga kadang-kadang AC disambung ke lampu. Jadi, ternyata pembagian beban ini salah, makanya jadi berantakan," ungkapnya.
Selain itu, persoalan lain yang tak kalah krusial adalah kondisi jaringan pipa yang sudah menua.
Menurutnya, sebagian besar instalasi plumbing telah berusia lebih dari satu dekade dan mulai mengalami kerusakan.
"Yang kedua, memang masalah pipa banyak yang rusak, sudah tua sekitar 10 tahun," tambahnya.
Permasalahan struktur lingkungan di sekitar gedung juga turut memengaruhi kondisi bangunan.
Ia menjelaskan adanya tekanan dari tanah di area belakang gedung yang menyebabkan kelembapan tinggi hingga rembesan air.
"Ada tanah yang menempel di gedung belakang, ini menyebabkan tekanan lateral. Daerah sebelah hutan itu basah terus, lembap," jelasnya.
Meski demikian, pihak rumah sakit mengklaim telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk mengaktifkan pompa untuk mengatasi rembesan air serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem gedung.
"Alhamdulillah, air rembesan dari bawah mulai hilang. Kami juga sudah kerja sama dengan ITK untuk penilaian secara general. Jadi, semua akan dievaluasi, mulai dari listrik, air, sampai AC," tuturnya.
RDP ini menjadi alarm bagi pemerintah kota dan manajemen RSUD Beriman untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur secara menyeluruh, guna memastikan layanan kesehatan berjalan optimal dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. (Adv)



