Perayaan Paskah BKAG Bontang Jadi Ruang Konsolidasi Toleransi, Neni Tekankan Pentingnya Solidaritas Sosial

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perayaan Paskah BKAG Bontang Jadi Ruang Konsolidasi Toleransi, Neni Tekankan Pentingnya Solidaritas Sosial

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perayaan Paskah BKAG Bontang Jadi Ruang Konsolidasi Toleransi, Neni Tekankan Pentingnya Solidaritas Sosial

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG - Perayaan Paskah Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Bontang Tahun 2026 tak sekadar menjadi momen ibadah, tetapi juga ruang memperkuat komitmen kebersamaan lintas umat beragama. 

Kegiatan yang digelar di Gereja Toraja Jemaat Kanaan, Bontang Barat, Senin (27/4/2026) malam, menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya solidaritas sosial di tengah keberagaman.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang turut hadir dalam perayaan tersebut menekankan bahwa nilai-nilai Paskah harus diwujudkan dalam kehidupan nyata masyarakat, terutama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

Mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, menurut Neni, menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial dan membangun kembali semangat persatuan.

“Momentum ini bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah fondasi utama dalam menjaga kedamaian kota,” ujarnya.

Ia menilai, tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan peran aktif semua pihak, termasuk tokoh agama dan organisasi keagamaan, untuk terus menanamkan nilai toleransi dan saling menghargai.

Neni juga mengapresiasi peran BKAG sebagai mitra pemerintah dalam merawat kerukunan umat beragama di Kota Bontang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif.

“Kerukunan tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus terus dijaga melalui komunikasi dan kerja sama semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, perayaan yang dihadiri berbagai denominasi gereja ini berlangsung penuh khidmat sekaligus hangat, mencerminkan kuatnya persatuan umat Kristiani di Kota Bontang. Kehadiran tokoh-tokoh gereja seperti Pdt. EV. Lukas Budiono Tandadjaya sebagai pembicara utama turut memperkaya makna perayaan.