Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, memberikan tanggapan atas permohonan maaf yang disampaikan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, terkait polemik yang berkembang di tengah publik.
Reza mengapresiasi langkah muhasabah diri yang ditunjukkan gubernur dengan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
Namun, ia menilai pernyataan tersebut masih belum sepenuhnya menjawab substansi persoalan yang menjadi sorotan publik.
“Permohonan maaf itu patut diapresiasi, tetapi masih terasa setengah hati,” singkatnya.
Ia menyoroti penggunaan hak prerogatif gubernur dalam menunjuk kerabatnya yang memunculkan dugaan nepotisme. Menurutnya, perbandingan yang disampaikan gubernur dengan keluarga Hasyim Djojohadikusumo dinilai tidak tepat dan berpotensi menimbulkan multitafsir di masyarakat.
“Penyebutan pimpinan nasional tanpa penjelasan yang utuh justru membuka ruang interpretasi yang beragam,” tambahnya.
Lebih lanjut, Reza menegaskan pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah, khususnya terhadap poin-poin yang telah dijanjikan gubernur dalam permohonan maafnya.
Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan sinergi antara berbagai elemen, mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga pers dan masyarakat.
“Demokrasi akan berjalan baik jika ada kerja sama semua pihak, termasuk peran penting masyarakat Kaltim,” tegasnya.


