Pemkab PPU Menilai KIB Memiliki Potensi Pengembangan Industri Oil Chemical

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Asisten II Setkab PPU, Hadi Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Asisten II Setkab PPU, Hadi Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkab PPU Menilai KIB Memiliki Potensi Pengembangan Industri Oil Chemical

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Asisten II Setkab PPU, Hadi Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Asisten II Setkab PPU, Hadi Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkab PPU Menilai KIB Memiliki Potensi Pengembangan Industri Oil Chemical 

Asisten II Setkab PPU, Hadi Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menilai Kawasan Industri Buluminung (KIB) memiliki potensi untuk pengembangan industri oil chemical atau hilirisasi Crude Palm Oil (CPO). Karena dalam Kawasan Industri Buluminung di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam telah didukung Pelabuhan Benuo Taka. 

Selain itu, Kawasan Industri Buluminung juga akan dikoneksikan dengan Bandara Internasional Nusantara (KIB) di Kelurahan Pantai Lango dan Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam. 

“Kawasan Industri Buluminung memiliki potensi pengembangan industri oil chemical. Secara infrastruktur telah didukung dengan adanya Pelabuhan Benuo Taka dan Bandara Internasional Nusantara,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro, Selasa (28/4/2026). 

Hadi Saputro menekankan, Pemkab PPU berupaya mengembangkan industri oil chemical untuk mensupport Ibu Kota Nusantara (IKN). Pengembangan hilirisasi sawit memiliki potensi yang cukup besar karena di PPU sendiri memiliki perkebunan kelapa sawit baik yang dikelola perorangan maupun perusahaan. 

“Kalau ada industri oil chemical di PPU, CPO nanti tidak hanya dari PPU tetapi juga bisa bisa menarik CPO dari Paser, Kutai Barat dan Kutai Kartanegara sebagai bahan baku untuk produksi turunan CPO seperti bahan baku kosmetik, sabun dan lainnya,” ujarnya. 

Untuk membangun industri oil chemical, kata Hadi Saputro, diperlukan keterlibatan investor. Karena, APBD PPU tidak memungkinkan untuk mensupport secara langsung pembangunan industri tersebut. 

“Kalau hanya berpaku pada APBD, tidak akan maju kita. Karena itu, kita akan berupaya menarik pihak investor untuk berinvestasi di industri oil chemical,” pungkasnya.